BerandaBeritaIndonesia Perkenalkan Kapal Selam Otonomi KSOT-008 Berbasis AI

Indonesia Perkenalkan Kapal Selam Otonomi KSOT-008 Berbasis AI

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Indonesia secara mengejutkan memperkenalkan prototipe kapal selam otonomi pertamanya yang diberi nama Kapal Selam Otonom (KSOT-008), sebuah platform tak berawak yang dikembangkan oleh PT PAL Indonesia. Debut KSOT-008 bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), menandai ambisi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan maritim melalui penguasaan teknologi pertahanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Prototipe ini menempatkan Indonesia ke dalam kelompok eksklusif negara-negara yang mengembangkan Extra-Large Unmanned Underwater Vehicles (XLUUV), sebuah teknologi yang sebelumnya didominasi oleh Amerika Serikat, China, dan Australia. KSOT-008 dirancang untuk misi pengintaian senyap (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance—ISR), penempatan ranjau, hingga misi serangan ofensif. Platform ini dapat dikonfigurasi modular untuk membawa torpedo berat seperti Leonardo/Whitehead Black Shark atau peluru kendali anti-kapal seperti MBDA Exocet.

Kapal selam nirawak berbobot 37,28 ton dengan panjang 15 meter ini dirancang untuk beroperasi di perairan dangkal maupun dalam. Didukung sistem baterai lithium-ion—mirip teknologi pada kapal selam berawak kelas Taigei Jepang—KSOT-008 mampu mencapai kecepatan bawah air 20 knot dan memiliki daya tahan hingga 72 jam tanpa perlu muncul ke permukaan. Keunggulan utamanya adalah integrasi AI dan machine learning yang memungkinkannya bernavigasi secara otonom, mengelak ancaman, serta menyesuaikan misi secara real-time.

BACA JUGA:  Filipina Setop Pembelian Senjata Israel Setelah Perang Gaza

Pembangunan KSOT sejalan dengan doktrin maritim nasional “Poros Maritim Dunia” dan rencana jangka panjang Minimum Essential Force (MEF), yang bertujuan mencapai kemandirian dalam pembuatan pertahanan. Analisis pertahanan melihat KSOT sebagai aset penting yang melengkapi armada kapal selam berawak TNI AL, memungkinkan pengawasan terus-menerus di perairan strategis seperti Laut China Selatan dan Selat Malaka tanpa membahayakan nyawa awak.

Meskipun masih di tahap prototipe, PT PAL menargetkan pengujian laut dimulai pada tahun 2026. Kehadiran KSOT-008 mempertegas tekad Indonesia untuk menjadi pemain kunci di Asia Tenggara dalam teknologi tanpa awak, dan berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan bawah laut regional. Proyek ini juga membuka peluang PT PAL untuk menawarkan varian KSOT kepada negara-negara ASEAN lain yang memiliki kebutuhan keamanan maritim serupa.

[sumber: https://defencesecurityasia.com]

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...