TERASBATAM.ID — Kawasan Pecinan Nagoya, Jodoh, Kota Batam, berubah menjadi lautan manusia saat perayaan Imlek 2577 Kongzili berlangsung meriah pada Senin malam (16/2/2026). Ribuan warga memadati persimpangan Sei Jodoh untuk menyaksikan rangkaian atraksi barongsai, tari lintas budaya, hingga pesta kembang api yang menandai pergantian tahun.
Perayaan tahun ini menjadi istimewa dengan kehadiran dua anggota kabinet, yakni Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Dalam sambutannya, AHY mengapresiasi keharmonisan masyarakat Batam yang mampu menyatukan berbagai unsur budaya dalam satu perayaan. Ia menilai Batam merupakan prototipe toleransi di Indonesia.
“Ini spesial sekali. Pertama kali saya turut merayakan Tahun Baru Imlek di Kota Batam, Provinsi Kepri,” ucap AHY di hadapan ribuan warga.
Ia menambahkan bahwa selain sebagai simbol toleransi, Batam harus diperkuat posisinya sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) melalui langkah-langkah strategis. “Batam harus menjadi jendela ekonomi Asia Tenggara dan dunia. Kita harus memperkuat hilirisasi industri dan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang hadir didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, menjadikan momentum Imlek sebagai ajang evaluasi kinerja pemerintahan. Amsakar menekankan pentingnya refleksi diri dalam memimpin pembangunan kota.
“Pergantian tahun ini sebagai kaca tempat kita bercermin. Apa yang sudah kita lakukan, apa yang sedang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju,” kata Amsakar.
Amsakar memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren positif dengan kenaikan dari 6,6 persen menjadi 6,89 persen. Begitu pula dengan capaian investasi yang melampaui target nasional. “Target investasi Rp 60 triliun, realisasinya Rp 69,3 triliun. Pencapaiannya 115,5 persen,” ujarnya menjelaskan.
Meski demikian, ia mengakui masih adanya tantangan besar terkait layanan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk segera menuntaskan pembangunan belasan reservoir guna menjamin distribusi air yang lebih merata di seluruh wilayah.
[kang ajank nurdin]


