BerandaBatam RayaBatam Siapkan Operasi Pasar Tekan Gejolak Harga Jelang Ramadan

Batam Siapkan Operasi Pasar Tekan Gejolak Harga Jelang Ramadan

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyiapkan langkah intervensi pasar guna menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2026. Skema operasi pasar murah dengan sistem subsidi akan menjadi instrumen utama untuk menekan gejolak harga bahan pokok di tingkat konsumen.

Langkah ini juga diambil di tengah kewaspadaan terhadap fluktuasi harga komoditas pangan akibat gangguan pasokan dari daerah sentra produksi di Sumatera yang belum pulih atau normal sebagaimana sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Harian Kepala Disperindag Kota Batam, Suhar, Kamis (15/01/2026) menyatakan bahwa operasi pasar tersebut direncanakan akan menyasar enam kecamatan, 4 di antaranya yang menjadi prioritas ialah Bengkong, Batam Kota, Sagulung, dan Sekupang. Melalui program ini, masyarakat berkesempatan memperoleh paket sembako dengan harga setengah dari harga pasar.

“Kita akan lakukan intervensi melalui operasi pasar yang subsidi. Harapannya masyarakat bisa dapat setengah harga dari usulan yang ada,” ujar Suhar.

Sebelumnya telah digelar Rapat koordinasi pengendalian bahan pokok di Batam, Rabu (14/1/2026) yang melibatkan sejumlah stakeholder terkait.

BACA JUGA:  MK Putuskan M Rudi dan Amsakar Pemenang Pilkada Batam

Selain rencana subsidi, Pemko Batam, menurut Suhar, juga mencermati dinamika pasokan komoditas pangan, khususnya ayam dan beberapa bahan pokok yang didatangkan dari luar daerah seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang baru saja terdampak bencana alam. Suhar menyebutkan bahwa gangguan di daerah asal pengiriman turut memengaruhi fluktuasi harga di Batam.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disperindag mulai menjajaki opsi pasokan alternatif dari wilayah lain, termasuk memeriksa ketersediaan di Kabupaten Bintan untuk komoditas tertentu seperti ayam.

“Dinamika ini selalu kita baca, tidak kita biarkan. Kita akan cari opsi lain, termasuk mengecek ke Bintan kalau untuk ayam,” tambahnya.

Menurut Suhar, strategi pengendalian ini merupakan bagian dari instruksi pimpinan daerah untuk menjaga agar pengeluaran masyarakat tetap stabil di tengah potensi kenaikan harga musiman. Selain pangan, pemerintah juga tetap menjalankan program subsidi pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya sebagai jaring pengaman sosial yang komprehensif bagi warga Batam.

Rencana intervensi pasar melalui Operasi Pasar yang akan digelar menjelang Ramadhan pada minggu pertama Februari mendatang ini menjadi krusial mengingat data Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya tekanan inflasi pada akhir tahun 2025.

BACA JUGA:  Srikandi Pertama yang Menjadi Kepala Stasiun Bakamla Batam

Berdasarkan rilis BI Kepri, inflasi Desember 2025 di Kepulauan Riau mencapai 1,14 persen (mtm) atau 3,47 persen (yoy). Khusus di Batam, inflasi tahunan tercatat lebih tinggi, yakni 3,68 persen (yoy).

Inflasi tersebut terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang dipicu oleh kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah. Bank Indonesia mencatat terbatasnya ketersediaan pangan diakibatkan oleh bencana hidrometeorologi di daerah sentra penghasil pangan di Sumatera bagian utara4.

Para rilis akhir tahun bersama media, Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro, membenarkan bahwa wilayah yang terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat selama ini merupakan pemasok utama cabai dan telur ke Kepri. Sebagai antisipasi, pasokan kini mulai dialihkan dari Sumatera ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Upaya mencari alternatif pengganti dari daerah lain sudah dilakukan agar tekanan harga bisa diredam,” kata Rony.

Meski terdapat tekanan pasokan, Bank Indonesia optimis inflasi pada tahun 2026 akan tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5 ± 1%. Selain itu BI juga melakukan penguatan sinergi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K, Keterjangkauan Harga,  Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi yang Efektif akan terus diperkuat.

BACA JUGA:  Mobil FTZ Batam Bisa Dibawa Mudik, Ini Syarat dan Ketentuannya

Walau demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi pendorong inflasi pada Januari 2026, seperti kelanjutan tren kenaikan harga emas dunia dan normalisasi tarif angkutan laut pasca-periode diskon transportasi. Operasi pasar murah menjadi salah satu instrumen utama yang diharapkan dapat menahan ekspektasi inflasi di awal tahun ini.

[kang ajank nurdin]

 

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...