BerandaOpiniBatam dan Janji MICE Kelas Dunia

Batam dan Janji MICE Kelas Dunia

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) kini menempati posisi sentral dalam peta perekonomian nasional. Jauh melampaui sekadar pertemuan bisnis, MICE adalah ekosistem bernilai tinggi yang secara simultan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif. Wisatawan MICE, yang dikenal memiliki pengeluaran besar dan durasi tinggal lebih lama, menjadi instrumen utama pemulihan ekonomi dan mendongkrak devisa pariwisata.

Pemerintah menempatkan MICE sebagai motor penggerak pascapandemi. Namun, keberhasilan ini tidak hanya diukur dari infrastruktur megah semata, melainkan dari efektivitas strategi komunikasi pemasaran destinasi yang terintegrasi, terukur, dan konsisten.

Kunci Komunikasi Terintegrasi

Membangun citra dan konsistensi pesan destinasi MICE memerlukan pendekatan Integrated Marketing Communications (IMC). Sinergi antara promosi, kebijakan, dan citra destinasi akan memperkuat kepercayaan penyelenggara internasional. Komunikasi tidak boleh hanya berfokus pada slogan, tetapi harus menampilkan bukti nyata kesiapan destinasi, mulai dari fasilitas, keamanan, kualitas SDM, hingga transparansi tata kelola.

Transformasi digital memperluas arena promosi. Pemanfaatan virtual tour, hybrid event, dan konten digital berbasis data terbukti meningkatkan konversi minat penyelenggaraan event. Konten digital yang didukung video testimoni dan kolaborasi dengan key opinion leaders (KOL) menjadi instrumen strategis untuk membangun reputasi dan kredibilitas di mata dunia. Keputusan komunikasi harus berbasis data, bukan sekadar intuisi.

BACA JUGA:  Etika di Antara Pena dan Borgol
Hestiyani Wulandari, Mahasiswi Magister Komunikasi, Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Jakarta.
Batam sebagai Gerbang Utama

Di antara kota tujuan bisnis di Indonesia, Kota Batam menempati posisi istimewa. Secara geografis, Batam adalah simpul alami cross-border MICE, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Keunggulan logistik dan aksesibilitas tinggi ini menjadikan Batam gerbang utama MICE di Indonesia bagian barat.

Data menunjukkan, kunjungan wisatawan bisnis ke Batam meningkat pascapandemi, didorong oleh pemulihan kegiatan pameran dan konferensi. Fasilitas konvensi, pelabuhan feri modern, serta konektivitas penerbangan yang memadai seharusnya memperkuat daya saing kota ini.

Namun, potensi tersebut belum optimal karena komunikasi destinasi Batam masih terfragmentasi dan belum memiliki brand positioning yang kuat di pasar global.

Untuk itu, Pemerintah Kota Batam disarankan mengembangkan kampanye merek khusus, seperti “Batam MICE Advantage,” yang secara tegas menonjolkan tiga keunggulan: efisiensi biaya, kedekatan geografis dengan pusat bisnis regional (Singapura), serta rekam jejak sukses event. Kampanye ini harus diperkuat dengan insentif fiskal dan promosi lintas pelabuhan yang mempermudah arus peserta internasional.

Sinergi dan Keberlanjutan

Keberhasilan destinasi MICE tidak dapat berjalan sendiri. Ia menuntut koordinasi lintas sektor (quadruple-helix) antara pemerintah daerah, asosiasi industri, pelaku perhotelan, operator transportasi, hingga UMKM lokal. Komunikasi internal yang konsisten antar pemangku kepentingan akan memastikan pesan promosi selaras dengan realitas lapangan.

BACA JUGA:  Menyebar Hoax Tanpa Batas

Selain komunikasi eksternal, membangun kesadaran masyarakat terhadap manfaat sosial-ekonomi MICE juga memegang peran vital. Pelibatan UMKM lokal, seperti yang terjadi dalam event Kenduri Seni Melayu dan Batik Batam Fashion Week, memperkuat legitimasi sosial kegiatan pariwisata dan menciptakan efek ganda ekonomi.

Yang tak kalah penting, isu keberlanjutan kini menjadi standar global. Konsep green event—seperti efisiensi energi dan pengurangan limbah plastik—tidak hanya memperkuat reputasi Batam sebagai destinasi modern, tetapi juga selaras dengan tren pasar dunia.

Melalui pendekatan komunikasi berbasis data, digitalisasi promosi, dan kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, Batam berpeluang besar menjadi ikon MICE berkelas dunia di Asia Tenggara. Bagi Indonesia, keberhasilan Batam adalah simbol transformasi ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi komunikasi pariwisata.

[Penulis adalah Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi, Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Jakarta]

Latest articles

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

Konjen Singapura Puji Perubahan Pola Pelayanan BP Batam

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang, memberikan apresiasi terhadap pesatnya...

More like this

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...