TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam menyiapkan opsi pelaksanaan salat istisqa atau salat minta hujan jika curah hujan tidak kunjung turun dalam dua pekan ke depan. Langkah ini diambil menyusul kondisi kemarau panjang yang mulai berdampak pada peningkatan suhu udara dan risiko kekeringan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kota Batam tengah mengalami minim curah hujan akibat kondisi atmosfer yang menghambat pertumbuhan awan hujan. Selain memicu cuaca panas ekstrem, fenomena ini meningkatkan risiko kebakaran lahan serta potensi berkurangnya pasokan air bersih bagi warga Batam dan sekitarnya.
Ketua MUI Kota Batam KH Muhammad Rifai menyampaikan, rencana pelaksanaan salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar keagamaan untuk memohon turunnya hujan. Keputusan teknis akan diambil setelah pihak MUI melakukan rapat koordinasi lebih lanjut dan memantau perkembangan cuaca dalam satu hingga dua pekan mendatang.
“Jika dalam minggu-minggu ini cuaca terus seperti ini, salah satu opsi yang akan kita lakukan adalah melaksanakan salat istisqa,” ujar KH Muhammad Rifai usai rapat koordinasi bersama Forkopimda di Kantor Pemko Batam, Senin (9/2/2026).
Ada dua skema pelaksanaan yang tengah dipertimbangkan, yakni memusatkan kegiatan di satu titik seperti Dataran Engku Putri, atau mengimbau masjid-masjid di tiap kecamatan untuk melaksanakannya secara serentak. Sementara itu, BMKG meminta masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan mewaspadai gangguan kesehatan akibat paparan cuaca panas yang berkepanjangan.
[kang ajank nurdin]


