BerandaBatam RayaBanjir Sambau: BMSDA Batam Ungkap Penyebab dan Solusi

Banjir Sambau: BMSDA Batam Ungkap Penyebab dan Solusi

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam akhirnya buka suara mengenai banjir yang kerap melanda kawasan Sambau, Nongsa, setiap kali hujan turun. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas BMSDA, Wan Taufik, menjelaskan bahwa terdapat tiga permasalahan utama yang menyebabkan banjir di wilayah tersebut.

Pertama, bangunan pelintas atau box culvert dari perumahan Puri Sasmaya ke perumahan Devely tidak lagi memadai dan tidak berfungsi secara maksimal. Kedua, saluran di belakang perumahan Devely, dengan lebar sekitar 3-5 meter, tidak mampu lagi menampung debit air yang besar. Ketiga, aktivitas penambangan pasir di laut menyebabkan sedimentasi dan menghambat kelancaran saluran pembuangan air ke laut.

Untuk mengatasi permasalahan ini, BMSDA Batam sedang melakukan beberapa upaya. Pertama, menambah box culvert atau bangunan pelintas. Kedua, melakukan normalisasi saluran di belakang perumahan Devely, memperlebar dimensinya dari 3-5 meter menjadi sekitar 8-10 meter. Ketiga, memperdalam saluran ke laut yang mengalami pendangkalan akibat aktivitas penambangan pasir.

“Mudah-mudahan upaya yang dilakukan dapat meminimalisir dampak banjir di wilayah Sambau. Saat ini yang dikerjakan adalah normalisasi saluran di belakang perumahan Devely menuju laut,” ujar Taufik, Rabu (11/09/2024).

BACA JUGA:  Ditpolairud Polda Kepri Selamatkan 4 Korban PMI Illegal, Ringkus 2 Orang Pelaku

Sebelumnya, Polda Kepri melalui Ditreskrimsus menyatakan akan melakukan penyelidikan terkait pemasangan box culvert di Sambau yang diduga dipasang lebih tinggi dari permukaan air, sehingga menyebabkan banjir setiap kali hujan turun.

Warga di Kelurahan Sambau, khususnya di RT 004 RW 005, juga mengeluhkan bahwa box culvert yang dipasang pemerintah terlihat sembarangan dan tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, mereka juga melaporkan adanya penambang pasir ilegal di lokasi pembuangan akhir, yaitu di belakang perumahan Angsana dan Devely Residence, yang membendung air sehingga air tidak dapat mengalir lancar ke laut.

Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan mereka dan menyelesaikan permasalahan banjir ini agar mereka tidak lagi kebanjiran setiap hujan turun.

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...