TERASBATAM.ID — Arus kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, mulai menunjukkan tren peningkatan di sejumlah pelabuhan internasional di Batam menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mengantisipasi lonjakan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam memperkuat sinergi pemeriksaan dan menambah fasilitas konter pelayanan guna mencegah penumpukan penumpang.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, menyatakan bahwa koordinasi lintas instansi yang melibatkan unsur Customs, Immigration, Quarantine, dan Port Authority (CIQP) telah diperkuat untuk memastikan kelancaran arus penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center.
“Kami telah membentuk teamwork yang efektif untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Target kami adalah memastikan tidak terjadi antrean panjang seperti beberapa tahun lalu,” ujar Hajar usai meninjau kesiapan pelabuhan, Jumat (19/12/2025).
Penambahan Konter dan Fasilitas Autogate
Guna mempercepat proses pemeriksaan dokumen keimigrasian, otoritas telah melakukan sejumlah penyesuaian teknis di area kedatangan dan keberangkatan:
-
Area Kedatangan: Menambah 2 hingga 4 konter pemeriksaan serta menyiagakan 5 unit autogate. Total terdapat 14 konter aktif dengan dukungan 28 petugas.
-
Area Keberangkatan: Menambah 2 konter dengan dukungan 5 unit autogate, menjadikan total 9 konter aktif yang diawasi oleh 18 petugas.
Masa siaga Nataru ini ditetapkan mulai 20 Desember hingga 5 Januari. Data sementara memprediksi sekitar 25.000 penumpang akan melakukan keberangkatan pada periode 20–25 Desember.
Fokus Pengawasan di Tiga Titik Utama
Terdapat tiga pelabuhan internasional yang menjadi fokus utama pengawasan karena intensitas kunjungannya yang tinggi:
-
Pelabuhan Batam Center: Titik tersibuk dengan rata-rata 45 trip kapal per hari dari Singapura.
-
Harbour Bay: Mencatat histori sekitar 100.000 penumpang pada periode tahun lalu.
-
Pelabuhan Bengkong: Diperkirakan melayani sekitar 4.200 penumpang.
Pengamanan Berlapis dan Pencegahan TPPO
Selain fokus pada pelayanan, petugas juga memperketat pengawasan dokumen untuk mencegah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural dan meminimalisir potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Polri di seluruh area pelabuhan.
Kepala Operasi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Zenorega, menambahkan bahwa fasilitas penunjang seperti listrik, genset, AC, serta mesin X-ray tambahan dari Bea Cukai telah dipastikan berfungsi optimal.
“Saat ini jadwal kapal reguler masih berjalan setiap 30 menit tanpa penambahan kapal ekstra. Arus penumpang dari Singapura memang jauh lebih dominan dibandingkan rute Malaysia,” jelas Zenorega.
[kang ajank nurdin]


