BerandaEkonomiApindo: Kenaikan UMK Batam 7,3 Persen Bebani Dunia Usaha

Apindo: Kenaikan UMK Batam 7,3 Persen Bebani Dunia Usaha

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.IDAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam menilai kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2026 sebesar 7,3 persen atau menjadi sekitar Rp 5.357.000 berpotensi menekan keberlangsungan dunia usaha. Kebijakan ini dikhawatirkan memicu percepatan otomatisasi industri hingga pengurangan tenaga kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ketua Apindo Kota Batam Rafky Rasid menyatakan bahwa pihaknya sebenarnya mengusulkan nilai alfa 0,5 atau kenaikan di kisaran Rp 300.000. Namun, Pemerintah Kota Batam menetapkan alfa 0,7 yang berujung pada kenaikan upah yang lebih tinggi.

“Dengan rentang alfa terendah 0,5 yang ditetapkan pemerintah pusat, Dewan Pengupahan praktis tidak memiliki ruang negosiasi karena angka dasarnya sudah tinggi,” ujar Rafky, Rabu (24/12/2025).

Realitas Kontribusi Pekerja

Apindo menyoroti perubahan parameter alfa yang dinilai tidak sesuai dengan realitas kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Rafky, kajian menunjukkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi umumnya hanya di kisaran 1–3 persen, sementara faktor dominan berasal dari modal dan investasi.

Penetapan upah ini juga akan berdampak pada “upah sundulan”, yakni penyesuaian gaji berantai pada level jabatan di atasnya yang semakin menambah beban biaya operasional perusahaan.

BACA JUGA:  BI Kepri Siapkan "Amunisi" Rupiah Rp 2,3 Triliun Jelang Lebaran
Ancaman PHK dan Otomatisasi

Kondisi ini diperparah dengan tekanan eksternal seperti kontraksi permintaan global dan kebijakan pembatasan impor dari sejumlah negara mitra dagang. Rafky mengungkapkan beberapa perusahaan di sektor elektronik dan panel surya bahkan sudah terancam melakukan penutupan usaha.

Sebagai langkah antisipasi biaya tenaga kerja yang kian mahal, banyak perusahaan di Batam mulai beralih menggunakan teknologi robot dalam lima tahun terakhir. Jika tren otomatisasi ini berlanjut, serapan tenaga kerja manusia diprediksi akan terus menurun.

Apindo berharap pemerintah dapat mengimbangi kenaikan upah ini dengan memberikan kemudahan investasi serta percepatan penyelesaian kendala di lapangan. Hal ini krusial agar daya saing industri tetap terjaga dan lapangan kerja di Batam tidak menyusut.

[kang ajank nurdin]

Latest articles

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

Konjen Singapura Puji Perubahan Pola Pelayanan BP Batam

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang, memberikan apresiasi terhadap pesatnya...

More like this

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...