TERASBATAM.ID – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menekankan bahwa tolak ukur keberhasilan pembangunan nasional maupun provinsi sangat bergantung pada pencapaian di tingkat kabupaten. Pemerintah kabupaten dinilai sebagai entitas yang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial dan ekonomi masyarakat di akar rumput.
Hal tersebut ditegaskan Ansar saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ke-XVII di Hotel Aston Batam, Minggu (18/1/2026). Forum strategis ini dihadiri perwakilan dari 416 kabupaten se-Indonesia dengan mengusung tema “Wujudkan Asta Cita Untuk Daerah Yang Sejahtera”.
Ansar, yang memiliki rekam jejak sebagai Bupati Bintan selama dua periode, menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten memegang peran service level agreement dalam wujud nyata percepatan pembangunan.
“Kita sangat sepakat, bahwa untuk melihat keberhasilan suatu negara atau provinsi, bisa kita lihat dulu bagaimana keberhasilan yang ada di tingkat pemerintah kabupaten,” ujar Ansar.
Ia optimistis, pertemuan seluruh bupati di Batam ini mampu melahirkan strategi kebijakan yang adaptif terhadap dinamika masalah di lapangan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Subjek Pembangunan
Senada dengan Gubernur, Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengingatkan pentingnya menjaga marwah otonomi daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh sekadar menjadi objek atau pelaksana kebijakan dari pemerintah pusat semata.
“Pembangunan daerah tidak boleh tergerus sentralisasi. Daerah harus menjadi subjek aktif, terutama dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo,” jelas Bupati Lahat tersebut.
Rakernas yang berlangsung hingga 20 Januari 2026 ini menjadi momentum untuk menyatukan visi kepala daerah. Dalam kesempatan tersebut, Apkasi juga menyerahkan buku 25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten kepada sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Gubernur Kepri dan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), sebagai referensi tata kelola pemerintahan yang baik.


