TERASBATAM.ID — Wali Kota Batam Amsakar Achmad melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Jumat (6/2/2026). Di tengah gelombang isu dugaan penyalahgunaan wewenang dan rekomendasi pembebasan tugas dari Sekretaris Daerah, sosok Hendriana Gustini tetap diberikan kepercayaan dalam kabinet dengan jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Engku Hamidah, Kantor Pemko Batam ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, Hendriana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Daerah dan sempat diterpa isu pengunduran diri serta temuan nota dinas terkait dugaan pengumpulan dana taktis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan selama periode 2020-2023.
Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan bahwa rotasi ini merupakan kebutuhan organisasi untuk penyegaran birokrasi. Ia pun memberikan pesan kuat agar para pejabat tidak terjebak dalam persoalan di masa lalu. “Saya minta semua OPD bergerak bersama, tidak lagi terjebak dalam cerita masa lalu. Jadikan rotasi ini sebagai momentum pematangan dalam memahami bagaimana pemerintahan bekerja,” ujar Amsakar.
Ujian Pertama
Meski baru dilantik, Hendriana langsung dihadapkan pada tantangan besar. Amsakar mengungkapkan bahwa sesaat sebelum pelantikan, kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur yang memaksa jajaran pemadam kebakaran bekerja hingga tengah malam.
“Belum lagi Ibu Hendriana dilantik, sudah ada masalah besar. TPA terbakar semalam. Saya bersama Ibu Wakil dan tim Damkar di lapangan sampai menjelang jam 12 malam,” ungkap Amsakar.
Selain beban kerja darurat, Hendriana diminta segera melakukan audit internal dan perbaikan pada armada pemadam kebakaran yang dilaporkan mulai banyak mengalami kerusakan. Amsakar menekankan pentingnya kecepatan dan keseriusan dalam mengelola dinas yang bersentuhan langsung dengan keselamatan nyawa warga ini.
Taruhan Politik
Selain melantik Kepala Dinas Damkar, Amsakar juga melantik Dohar Manggalando Hasibuan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Metra Dinata sebagai Kepala Dinas Bina Marga, dan Herman Rozi sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan.
Amsakar mengingatkan bahwa persoalan sampah, banjir, dan air bersih adalah tiga sektor yang menjadi taruhan reputasi dan janji politik pemerintahannya. “Kalau yang tiga ini tidak selesai, malu juga kami mau meneruskan pemerintahan ini. Jadi, saya butuh orang-orang yang benar-benar tegak lurus dan bekerja dengan hati yang lurus,” tegasnya.
[kang ajank nurdin]


