TERASBATAM.id – Setelah penantian dan proses yang panjang, warga Perumahan Tiban Koperasi, Kota Batam, yang menjadi korban bencana longsor pada awal Januari lalu, akhirnya menerima bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batam. Bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, pada Selasa (11/03/2025).
“Kami menyerahkan bantuan ini setelah semua proses verifikasi selesai. Ada 56 kepala keluarga atau rumah yang terdampak, 4 kepala keluarga yang meninggal dunia, dan rumah-rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan,” ujar Amsakar.
Bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp 5 juta untuk kerusakan ringan, Rp 7,5 juta untuk kerusakan sedang, hingga Rp 15 juta untuk kerusakan berat. Keterlambatan pemberian bantuan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Proses verifikasi yang panjang: Data dari lurah dan camat harus diverifikasi oleh tim, kemudian kondisi terkini di lapangan juga harus diperiksa. Setelah itu, barulah dilakukan perhitungan dan pembuatan peraturan tentang warga yang berhak menerima bantuan.
- Transisi kepemimpinan: Pergantian pejabat di lingkungan Pemkot Batam juga turut memengaruhi proses penyaluran bantuan.
- Proses pencairan dana dari APBD: Dana bantuan berasal dari anggaran belanja tidak terduga Dinas Sosial, yang memerlukan proses administrasi dan pencairan.
“Kami sudah sampaikan kepada warga bahwa bantuan tinggal menunggu hari. Bersama ibu wakil, sudah kita sampaikan,” tambah Amsakar yang saat penyerahan bantuan didampingi oleh Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra.
Tragedi Longsor Tiban Koperasi
Bencana longsor yang menerjang Perumahan Tiban Koperasi pada Senin (13/1/2025) dini hari lalu, memang menyisakan duka mendalam. Empat orang meninggal dunia, termasuk pasangan suami istri Mujiadi dan Sukarni yang tinggal di Blok S No 27A. Selain itu, pasangan suami istri Doni dan Lusiana juga ditemukan meninggal dunia setelah proses evakuasi yang memakan waktu.
Sebanyak 5 rumah mengalami kerusakan parah, dan belasan warga harus dievakuasi. Bantuan yang diberikan Pemkot Batam diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka untuk bangkit kembali.
[winneke asmeralda]


