TERASBATAM.id: Upaya Pemerintah Kota Batam dalam menekan angka stunting terus menunjukkan hasil positif. Salah satu strateginya adalah dengan melibatkan seluruh puskesmas di kota untuk menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam penanganan stunting.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Batam, drg. Anna Hasina kepada www.terasbatam.id, Senin (02/12/2024), mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 19 puskesmas di Batam yang memiliki program khusus untuk mencegah dan mengatasi stunting. “Masing-masing puskesmas memiliki inovasi yang berbeda-beda, namun tujuannya sama, yakni menurunkan angka stunting,” ujar Anna.
Beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh puskesmas-puskesmas di Batam antara lain:
- Gerakan Hebat Kelompok Masyarakat Cegah Stunting (Ghosting) di Puskesmas Tanjung Uncang
- Cegah Stunting Sejak Dini (Centini) di Puskesmas Batuaji
- Tanggap Peduli dan Cegah Stunting (Tali dan Gunting) di Puskesmas Kampung Jabi
- Sistem Posyandu Online (Siposline) di Puskesmas Sei Panas
- Konvergensi Percepatan Percegahan Stunting (Koper Penting) di Puskesmas Baloi Permai
- Sistem Jemput Bola Balita (Si Jempol Balita) di Puskesmas Tanjung Sengkuang
- Gerakan Bersama Masyarakat Sejak Dini Cegah Stunting (Gemas Ganting) di Puskesmas Tiban Baru
Inovasi-inovasi ini tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif. Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat lebih efektif dan berkelanjutan.
Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam dan seluruh puskesmas di bawahnya mulai menunjukkan hasil yang positif. Data elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) menunjukkan bahwa angka stunting di Kota Batam terus menurun. Pada tahun 2023, angka stunting mencapai 1,71 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 2,42 persen.
“Penurunan angka stunting ini menunjukkan bahwa upaya kita dalam mencegah dan mengatasi stunting berjalan dengan baik,” kata Anna.
Meskipun telah berhasil menurunkan angka stunting, Pemerintah Kota Batam tidak akan berhenti sampai di sini. Masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi bagi anak, serta memastikan ketersediaan makanan bergizi bagi keluarga-keluarga kurang mampu.
Dengan berbagai inovasi dan upaya yang dilakukan, diharapkan angka stunting di Kota Batam dapat terus menurun dan generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan cerdas.
[rma]


