TERASBATAM.ID: Sejumlah warga Sembulang Hulu dan masyarakat Sembulang Hulu di Pulau Rempang menggelar aksi menolak relokasi saat Badan Pengusahaan (BP) Batam yang terkesan ngotot mengadakan peletakan batu pertama atau Groundbreaking pembangunan 4 unit contoh rumah relokasi di Tanjung Banon, Rabu (10/01/2024).
Aksi warga yang dihadang petugas mencegah mereka masuk ke lokasi kegiatan, sehingga pernyataan penolakan dilakukan di pintu masuk yang dilewati Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kepri saat peletakan batu pertama.
M.Haris RT 01/RW 01 Sembulang Hulu menyatakan bahwa warga Sembulang menolak relokasi, meskipun rumah percontohan tidak menjadi masalah, asal mereka tidak direlokasi.
Menurut Haris, warga Sembulang tidak mau direlokasi sejak dulu, dan penolakan terus berlanjut, termasuk menolak Pepres 78 tahun 2023. Meskipun BP Batam mengklaim ada sekitar 300 KK yang sudah mendaftar untuk relokasi, Haris menyatakan bahwa warga Sembulang tidak ada yang mendaftar.
Haris mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan undangan untuk kegiatan tersebut, namun bukan dari BP Batam melainkan dari perangkat RW dan Lurah. Ia bahkan sudah masuk ke lokasi, tetapi melihat warganya yang tidak diizinkan masuk, ia kembali bersama warga.
Iswadi juga mempertanyakan kejelasan BP Batam terkait ratusan KK warga Rempang yang sudah mendaftar, menyebut kemungkinan keluarga tuyul dimasukkan untuk mempercepat pengembangan Rempang Eco-City.
Kepala BP Batam yang juga Walikota Batam Muhammad Rudi, menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan pembangunan rumah baru bagi warga terdampak pengembangan Rempang. Rudi menargetkan pembangunan empat rumah contoh pada tahap awal selesai dalam 2,5 bulan, diikuti oleh pembangunan 961 unit rumah baru lainnya.
Rudi juga menyebut BP Batam telah menyiapkan pelabuhan atau dermaga bertaraf nasional, serta lapangan sepak bola berstandar nasional di kawasan baru tersebut. Tujuannya adalah membuat Pulau Rempang menjadi mesin ekonomi baru di Indonesia, dengan harapan meningkatkan ekonomi masyarakat di sana. Forkopimda di Kepri dan Batam sepakat untuk bersatu guna menyelesaikan investasi di Rempang.


