TERASBATAM.ID – Pembangkit suara kebebasan global, Voice of America (VOA), kini terhenti operasionalnya setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menutup US Agency for Global Media (USAGM), lembaga yang membawahi VOA.
Langkah ini berdampak langsung pada lebih dari 1.300 staf, termasuk jurnalis, produser, dan pekerja pendukung, yang seluruhnya ditempatkan dalam cuti administratif. Perintah eksekutif tersebut secara efektif menghentikan operasional resmi lembaga penyiaran yang telah puluhan tahun menjadi salah satu sumber berita internasional.
Setelah 157 hari diberhentikan, para jurnalis VOA, termasuk salah satunya Eva Mazrieva, diinstruksikan untuk kembali ke kantor pada hari Selasa (19/08/2025) untuk mengambil barang-barang pribadi dan perlengkapan kantor mereka.
Setiap karyawan yang memasuki area kantor dikawal oleh seorang petugas. Mereka juga harus melalui prosedur pemeriksaan ketat, di mana barang-barang diperiksa satu per satu untuk memastikan tidak ada peralatan kantor yang dibawa keluar.


