TERASBATAM.ID – Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand berjanji untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan di area-area yang ramai dikunjungi wisatawan setelah dua turis asal Malaysia diserang dan dibakar di pusat Kota Bangkok. Insiden ini terjadi saat keduanya sedang duduk di tangga toko Big C di Jalan Ratchadamri pada Kamis (08/08/2025) lalu.
Juru bicara kementerian, Seksan Ngaosuwan, mengatakan, peningkatan keamanan ini dilakukan untuk memulihkan kepercayaan wisatawan asing dan penduduk lokal. Pernyataan serupa disampaikan Kepala Polisi Pariwisata Pol. Letnan Jenderal Saksira Phuak-um melalui akun Facebook kepolisian, yang menyatakan bahwa langkah-langkah keamanan akan diperkuat di berbagai lokasi wisata utama.
Kedua korban, One Yik Leong (26) dan kekasihnya, Gan Xiao Zhen (27), dibakar oleh Varakorn Pubthaisong (30), seorang pria pengangguran. Pelaku menyiramkan tiner ke tubuh mereka, mengejar, lalu membakarnya. Saksi mata dan warga di lokasi kejadian berhasil menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada polisi.
Menurut keterangan kepolisian, pelaku yang berasal dari Provinsi Sa Kaeo dan mantan petinju itu mengaku frustrasi karena tidak memiliki pekerjaan. Akibat serangan tersebut, Yik Leong mengalami luka bakar tingkat dua di bagian atas tubuhnya dan dirawat di ruang intensif Rumah Sakit Polisi Umum. Sementara itu, Xiao Zhen mengalami luka bakar tingkat dua di 36% wajah, dada, dan salah satu lengannya, dan dirawat di ruang intensif Rumah Sakit King Chulalongkorn Memorial.
Keluarga kedua korban telah tiba di Bangkok pada Sabtu (10/8) untuk mendampingi mereka. Sebuah media lokal memberitakan, ayah Xiao Zhen, Gan Kin In, sempat menasihati anaknya untuk tidak bepergian ke Thailand karena banyaknya insiden yang terjadi belakangan ini.
Pemerintah Malaysia menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian Thailand dan menyatakan akan memberikan kerja sama penuh. Keluarga korban berharap keduanya bisa dipindahkan ke Malaysia untuk perawatan. Namun, menurut Seksan, dokter di Thailand menyarankan mereka tetap dirawat selama sekitar satu bulan sebelum diizinkan untuk dipindahkan.
Pihak Kementerian Pariwisata Thailand akan mengupayakan kompensasi finansial untuk kedua korban. Peristiwa ini menjadi sorotan media internasional, termasuk di Malaysia, Hong Kong, dan Inggris, serta dinilai menjadi tantangan besar bagi upaya Thailand untuk mengembalikan sektor pariwisata ke tingkat pra-pandemi.
[sumber: www.bangkokpost.com]


