BerandaBeritaTujuh Hari Pencarian Pemancing di Batam Berakhir

Tujuh Hari Pencarian Pemancing di Batam Berakhir

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.id – Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Batam resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Willy Pakpahan (28), seorang pemancing asal Lubukbaja yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari speedboat di perairan sekitar Pulau Belakang Padang, sejak Kamis (03/04/2025).

Kepala Pos SAR Batam, Dedius, menyatakan bahwa pencarian telah berlangsung selama tujuh hari sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kami telah melakukan upaya maksimal dengan penyisiran dan pelacakan secara cermat, namun hasilnya masih nihil,” ujar Dedius, Senin (14/04/2025).

Meskipun operasi pencarian resmi dihentikan, Dedius menegaskan bahwa pencarian dapat kembali dibuka jika ditemukan tanda-tanda atau petunjuk baru terkait keberadaan korban.

“Ya benar, pencarian akan kembali dilakukan saat didapati tanda-tanda atau hal yang merupakan titik terang dari keadaan korban,” tambah Dedius.

Basarnas juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang di negara tetangga, mengingat kemungkinan korban terbawa arus hingga ke luar wilayah perairan Indonesia.

“Kami tetap berkoordinasi dengan SAR Malaysia dan Singapura, untuk mengantisipasi jika ada penemuan di luar wilayah yurisdiksi Indonesia,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Kapal Tanker Asing Dirampok di Perairan Batam, ABK Disekap

Operasi pencarian sebelumnya melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Ditpolairud Polda Kepri, TNI AL, serta potensi SAR lainnya dan nelayan setempat. Area pencarian mencakup wilayah perairan Pulau Batu Berhenti, Pulau Nirup, hingga sejumlah pulau kecil di barat Pulau Batam. Penyisiran dilakukan intensif menggunakan kapal RIB, kapal patroli, dan bantuan warga.

Diketahui, Willy dilaporkan terjatuh dari speedboat saat memancing pada Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Keesokan harinya, salah seorang temannya menghubungi keluarga korban dan menyampaikan kabar bahwa Willy jatuh ke laut. Teman tersebut juga menyerahkan satu unit ponsel milik korban kepada keluarga.

Setelah menerima informasi itu, kakak korban, Keti Pakpahan, segera melaporkan kejadian tersebut ke Direktorat Polairud Polda Kepri. Basarnas Tanjungpinang pun langsung melakukan koordinasi awal dan menggerakkan unsur terkait untuk operasi pencarian.

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...