BerandaBeritaThailand Serang Kamboja dengan Gripen

Thailand Serang Kamboja dengan Gripen

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) secara resmi mengonfirmasi penggunaan jet tempur JAS-39 Gripen buatan Swedia bersama F-16A/B buatan Amerika Serikat dalam serangan udara terkoordinasi terhadap posisi militer Kamboja. Ini merupakan kali pertama Gripen dikerahkan dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja yang memanas. Serangan udara presisi ini menargetkan aset-aset Kamboja di dekat Phu Ma Kua dan Kuil Ta Muen Thom, yang sebelumnya menjadi lokasi serangan artileri dan roket lintas batas.

RTAF menyatakan misi untuk menghancurkan sistem senjata Kamboja yang digunakan untuk menyerang Thailand berhasil dilaksanakan, dan keempat jet tempur kembali dengan selamat ke pangkalan. Sebelumnya, otoritas Thailand hanya mengakui penggunaan F-16 dalam konflik tersebut. Wilayah perbatasan telah menyaksikan pertempuran sengit sejak pecah pada 24 Juli, dengan kedua belah pihak saling melancarkan ofensif dan memperkuat posisi.

Pertempuran sengit ini mengakibatkan korban di kedua belah pihak. Kamboja diyakini telah mengerahkan sistem roket peluncur ganda RM-70 GRAD dan baterai artileri, yang digunakan untuk membombardir desa-desa perbatasan Thailand, menyebabkan setidaknya 19 kematian, termasuk enam personel militer Thailand. Sementara itu, Phnom Penh mengklaim 13 korban jiwa di pihaknya, termasuk lima tentara, akibat serangan balasan Thailand.

BACA JUGA:  KJRI Johor Bahru Gelar 'Warung Imigrasi' di Pulau Terpencil Tioman

Bersamaan dengan serangan udara, Angkatan Laut Kerajaan Thailand juga bergabung dalam operasi darat di Provinsi Trat, di mana marinir Thailand berhasil memukul mundur pasukan Kamboja dari tiga titik intrusi. Selain itu, Angkatan Darat Kerajaan Thailand berhasil mempertahankan posisi di Phu Ma Kua dan memukul mundur serangan balik Kamboja dengan artileri dan serangan drone. Penggunaan drone bersenjata buatan domestik untuk menjatuhkan bom mortir ke depot militer Kamboja menunjukkan peran sistem tak berawak yang semakin penting dalam konflik ini.

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...