BerandaBeritaTata Kelola Batam Dinilai Semrawut, Jabatan ”Ex-Officio” Didorong untuk Dicabut

Tata Kelola Batam Dinilai Semrawut, Jabatan ”Ex-Officio” Didorong untuk Dicabut

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Tata kelola pemerintahan di Kota Batam, Kepulauan Riau, sepanjang tahun 2025 dinilai mengalami degradasi akibat tumpang tindih kewenangan. Forum Masyarakat Peduli Batam Maju (FMPBM) mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengevaluasi dan mencabut status ex-officio Wali Kota Batam sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam demi menghindari konflik kepentingan yang kian meruncing.

Kritik tersebut mengemuka dalam pertemuan konsolidasi publik yang menghadirkan tokoh masyarakat, akademisi, dan pengusaha di Batam, Senin (5/1/2026). FMPBM menyoroti bahwa penggabungan nakhoda di dua lembaga berbeda—Pemerintah Kota (Pemkot) dan BP Batam—telah menjauhkan prinsip good governance dan menciptakan ketidakpastian hukum.

Perwakilan FMPBM, Oesman Hasim, menyatakan bahwa rangkap jabatan ini memicu kekaburan peran yang berdampak pada penurunan profesionalisme birokrasi.

“Sulit membedakan kapan Wali Kota berbicara atas nama pemkot dan kapan sebagai Kepala BP Batam. Kondisi ini merusak kepercayaan publik dan berpotensi menjadi celah praktik maladministrasi serta korupsi,” ujarnya.

Kekacauan Perizinan

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah penafsiran berlebihan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025. Beleid tersebut dinilai digunakan BP Batam untuk menarik ribuan perizinan yang seharusnya merupakan wewenang kementerian atau pemerintah daerah. Dominasi ini dianggap melemahkan fungsi instansi vertikal dan memicu aksi saling lempar tanggung jawab antarlembaga.

BACA JUGA:  Menlu RI Sugiono Bertemu Menteri Ekonomi Malaysia Bahas Isu Bilateral & Regional

Dampak nyata dari dualisme fungsional ini mulai dirasakan di berbagai sektor. FMPBM mencatat terjadinya pembiaran kerusakan hutan lindung, masuknya limbah B3, hingga terhentinya layanan perizinan lahan (UWTO), AMDAL, dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Di sektor ekonomi mikro, nelayan tradisional dilaporkan sudah lebih dari tiga bulan tidak melaut karena kendala perizinan yang macet.

Menyikapi kebuntuan tersebut, FMPBM secara resmi meminta Presiden untuk menunjuk Kepala BP Batam dari kalangan profesional non-politik. Hal ini bertujuan agar Wali Kota dapat fokus pada pelayanan administrasi kependudukan dan sosial, sementara BP Batam fokus pada akselerasi investasi dan pengelolaan kawasan industri secara akuntabel.

“Kepala BP Batam sebaiknya ditunjuk dari kalangan profesional agar pengelolaan kawasan berjalan transparan. Batam butuh kejelasan kewenangan agar roda ekonomi tidak terpukul lebih dalam,” kata Oesman.

Selain pencabutan status ex-officio, forum juga mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap PP 25/2025 dan PP 47/2025. Gagasan mengenai pembentukan provinsi khusus atau lembaga baru yang lebih adaptif terhadap karakter Batam sebagai kawasan perdagangan bebas (FTZ) juga kembali dilemparkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengakhiri kemelut tata kelola di wilayah perbatasan tersebut.

BACA JUGA:  Listrik Padam Berulang, Bayi Sesak Napas di Lift DC Mall

[kang ajank nurdin]

Latest articles

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

More like this

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...