TERASBATAM.id: Kekhawatiran akan kelangkaan pasokan ikan di Kota Batam dapat sedikit terelakkan. Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam memastikan stok ikan, terutama jenis benggol dan gembung, masih aman hingga Januari 2025.
Hal ini terungkap setelah Diskan melakukan peninjauan ke sejumlah distributor ikan terbesar di Batam, seperti Jembatan 2 Barelang, Botania, dan Batu Ampar. Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan ketersediaan bahan baku program makanan bergizi gratis (MBG) di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Alhamdulillah, stok ikan kita masih cukup aman hingga awal tahun depan,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, Kamis (28/11/2024).
Yudi menjelaskan bahwa ikan benggol dan gembung merupakan jenis ikan yang paling banyak tersedia di pasaran. Selain itu, ikan air tawar seperti lele dan nila juga menjadi potensi besar untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
“Yang membanggakan, sebagian besar ikan ini berasal dari produksi lokal, seperti dari daerah Rempang, Batu Aji, dan kelompok budi daya ikan,” tambah Yudi.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor perikanan di Batam cukup tangguh dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, ketersediaan ikan lokal juga dapat membantu menjaga stabilitas harga dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Diskan Kota Batam saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi kepada para pengusaha ikan untuk berpartisipasi dalam program MBG. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ikan yang disuplai sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, seperti ukuran dan kualitas.
“Kami berharap para pelaku usaha perikanan dapat mendukung penuh program MBG ini. Selain membantu masyarakat kurang mampu, program ini juga dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk perikanan lokal,” ujar Yudi.
[rma]


