TERASBATAM.ID – Pemerintah Kota Batam menjamin ketersediaan beras di wilayah Batam mencukupi hingga akhir Maret 2026, termasuk untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri. Meski demikian, otoritas terkait akan memperketat pengawasan harga di pasar dan mengancam sanksi tegas bagi pedagang yang menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau melakukan penimbunan.
Kepastian stok tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Harian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Suhar, usai rapat koordinasi pengendalian bahan pokok di Batam, Rabu (14/1/2026). Data Disperindag menunjukkan stok beras premium di distributor saat ini mencapai 2.900 ton, sementara stok beras medium di gudang Bulog juga berada pada level aman sesuai ketentuan safety stock nasional.
“Berdasarkan hasil rapat hari ini, stok beras di Batam cukup sampai akhir Maret. Artinya, Ramadhan dan Lebaran aman. Tidak ada kelangkaan beras di Batam,” ujar Suhar.
Suhar menjelaskan, mayoritas atau sekitar 80 persen masyarakat Batam mengonsumsi beras premium. Saat ini, harga beras premium di pasar berada di kisaran Rp 15.400 per kilogram, sedangkan beras medium sekitar Rp 14.000 per kilogram. Harga ini dinilai mulai mendekati batas atas HET, sehingga Disperindag akan terus melakukan pemantauan lapangan untuk mencegah spekulasi harga.
Intervensi Pasar
Menanggapi keluhan pedagang terkait kenaikan harga beras sebesar Rp 2.000 per kilogram sejak akhir 2025, Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan skema intervensi. Salah satunya melalui operasi pasar murah bersubsidi sebanyak 25.000 paket sembako. Dalam program ini, masyarakat cukup membayar Rp 100.000 untuk paket senilai Rp 200.000.
Mengenai rantai pasok, Suhar menegaskan bahwa Batam tidak lagi menerima impor beras secara langsung. Seluruh pasokan kini didatangkan melalui jalur distribusi nasional via Jakarta. “Beras yang beredar adalah beras dalam negeri yang dilengkapi dokumen resmi,” tegasnya.
Selain itu, Pemko Batam tengah mengoordinasikan penyaluran tambahan 4.000 ton beras premium dari pemerintah pusat. Saat ini, beras tersebut masih dalam tahap uji kualitas oleh Bulog dan distributor sebelum dilepas ke pasar. Disperindag berkomitmen untuk memastikan kemajuan pembangunan ekonomi tetap dibarengi dengan stabilitas harga pangan demi menjaga daya beli masyarakat.
[kang ajank nurdin]


