TERASBATAM.id: Tersembunyi di jantung kota George Town, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, terdapat sebuah gerai Starbucks yang menyimpan kisah sejarah yang panjang. Berlokasi di nomor 1 Jalan Green Hall, bangunan warisan ini lebih dari sekadar tempat untuk menikmati secangkir kopi americano saja, tetapi juga menyeruput sejarah di sekitarnya.

Starbucks Green Hall, tidak jauh dari salah satu pusat kuliner di Lebuh Campbell, Georgetown, Pulau Penang, dapat ditempuh kurang dari 10 menit dengan ongkos Grab sekitar RM 6. Selepas menyantap nasi kandar di Hameediya, rasanya tepat untuk menutupnya dengan secangkir kopi americano di Starbucks Green Hall.
Arifin, barista disana saat ditemui www.terasbatam.id pada Kamis (02/01/2025) cukup ramah menyapa atau sekedar berbagi cerita. Bahkan begitu mengetahui jika konsumennya dari Indonesia, pria berbicara dilengkapi dengan gesture tubuh yang agresif akan secara cepat mengikuti dialeknya.
“saya pernah ke Medan, Sumatera Utara, pergi dari Penang ke Bali lalu ke Medan, disana pemandangannya bagus,” kata Arifin.

Hampir sama semua konsumen yang datang hari itu, Arifin cukup aktif bertegur sapa, bahkan untuk mereka yang meninggalkan gerai kopi starbucks paling aestetik di Georgetown itu. Persis di depanya adalah Kompleks Mahkamah Pulau Pinang yang juga masih peninggalan Gedung tua.
Starbucks Green Hall merupakan bangunan yang dibangun pada tahun 1906, bangunan ini awalnya menjadi markas North Malaya Chinese Textile & General Merchants Association. Namun, selama pendudukan Jepang, bangunan ini mengalami kerusakan parah akibat pengeboman di Convent Light Street yang terletak di belakangnya. Atap bangunan runtuh akibat ledakan tersebut.
Setelah perang berakhir, bangunan ini kemudian direnovasi dan dibuka kembali dengan meriah pada tahun 1948. Namun, hanya dua dekade kemudian, bangunan ini ditinggalkan dan dibiarkan kosong.

Beruntunglah, bangunan ini diselamatkan dari kerusakan lebih lanjut setelah lebih dari 30 tahun terbengkalai. Pemiliknya saat ini, Dato Ram Pillai, mengakuisisi bangunan ini pada tahun 2003 dan melakukan restorasi besar-besaran. Proses restorasi ini sangat mendetail, termasuk membersihkan 12 lapisan cat dari pintu depan dan merawat ubin Peranakan asli.
Starbucks Malaysia & Brunei melihat potensi besar dari bangunan bersejarah ini. Mereka berhasil menyewa lantai dasar dan membuka gerai Starbucks pada tahun 2017. Perpaduan antara desain interior modern dengan arsitektur bangunan yang klasik menciptakan suasana yang unik dan menarik bagi para pengunjung.

Selain menikmati kopi, pengunjung juga dapat menikmati keindahan bangunan bersejarah ini dan mengambil foto untuk diunggah di media sosial. Starbucks berencana untuk terus mengembangkan bisnisnya di Penang, termasuk kemungkinan membuka gerai terapung pertama di kawasan ini.


