TERASBATAM.id: Starbucks Corporation melaporkan hasil keuangan yang positif untuk kuartal ketiga tahun fiskal 2024 yang berakhir pada 30 Juni 2024.
CEO Starbucks, Laxman Narasimhan, menyatakan bahwa rencana aksi tiga bagian yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan hasil, mendorong peningkatan operasional dan kinerja keuangan.
“Budaya inovasi dan eksekusi yang terus berkembang meningkatkan kemampuan kami dan membantu mengembalikan bisnis ke pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Narasimhan.
CFO Starbucks, Rachel Ruggeri, menyoroti upaya efisiensi yang berjalan lebih cepat dari ekspektasi, meskipun diimbangi dengan investasi untuk menghadapi kondisi konsumen yang sedang berhati-hati.
Beberapa capaian Starbucks di kuartal ini antara lain peluncuran Tahap 1 Siren Craft System di Amerika Utara, reformulasi Iced Coffee, dan peluncuran produk inovatif seperti Handcrafted Iced Energy dan Summer-Berry Refreshers with Pearls yang mencatatkan rekor penjualan tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Sementara itu kabar mengejutkan datang dari raksasa franchise Coffee House Starbucks yang menutup salah satu gerai kopi nya di Batam, Kepulauan Riau. Tepatnya di Outlet Starbucks di Tiban yang telah menemani pelanggannya lebih dari 4 tahun. Kini bangunan Coffee Shop yang berdampingan dengan sejumlah makanan franchise lainnya itu telah kosong, bahkan logo-logo Starbucks disana sudah tak terlihat lagi.
Berdasarkan pengamatan www.terasbatam.id, Senin (07/10/2024), bangunan yang terletak paling pojok dan bersebelahan dengan Richeese Factory itu sudah kosong melompong, sejumlah sumber di lapangan menyebutkan Starbucks Tiban mulai tutup sejak satu minggu lalu. Kini hanya ada satu flyer yang memuat paket sarapan starbucks yang tersisa di salah satu meja yang tersisa.
Gerai di Tiban ini walaupun cukup jauh dari pusat Kota, namun memiliki pelanggannya tersendiri, suasana coffee house yang adem dan tenang cukup menarik pelanggannya untuk sekedar mencicipi kopi dan penganan khas starbucks.
Kondisinya gerai di Tiban memang semakin tampak kurang diminati setelah Covid-19 melanda, kondisi ekonomi dan pembatasan aktivitas menyebabkan tempat ini kian sepi. Aksi boikot terhadap Starbucks yang sempat ramai juga sepertinya semakin memperburuk kondisinya.
Belum ada informasi terkait tutupnya gerai Starbucks ini dari pihak management di Batam.


