Singapura Janji Buka “Pintu Perbatasan” ke Batam Tetapi dengan Syarat ….

  • Bagikan
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri Buralimar .

TerasBatam.id: Industri Pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau, terutama Batam babak belur sejak Singapura menutup pintu keluar bagi warga negaranya setelah Pandemic Covid-19. Hotel, restoran dan mall di Batam telah hampir setahun ini mati suri, namun di awal Februari mendatang atau menjelang perayaan Imlek 2021 ada sinyal Negara tetangga itu akan membuka kembali pintu keluar bagi warga negaranya, tetapi dengan syarat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri Buralimar mengungkapkan banyak hal terkait syarat yang diinginkan Singapura agar dapat “melepas” warga negaranya berkunjung ke Kepri lagi ditengah pandemic Covid-19.

Berikut perbincangan Buralimar dengan TerasBatam.id di Sekretaris Posko Covid-19 Provinsi Kepri di Batam beberapa waktu lalu.

 Kapan Jadwal kedatangan Vaksin ke Kepri?

Kedatangan Vaksin ke Kepri dimulai pada tanggal 5 Januari 2021 selama tiga hari berturut-turut sebanyak 25.000 vaksin sinopac, dan selanjutnya menungggu intruksi dari Tim Satgas kapan disosialisasikan rencana kerjanya, kami dari Tim Posko siap untuk melaksanakannya.

Sosialisasinya seperti apa?

Kita akan melakukan sosialisasi lebih spesifik kepada masyarakat untuk pemberian vaksin, jangan khawatir, jangan trauma, dan jangan percaya hoax, ini perlu dilakukan masyarakat. Kita himbau kepada masyarakat untuk memberikan penjelasan yang sejuk, jika ada masalah dapat dilaporkan kepada Satgas atau Posko. Percaya bahwa vaksin ini aman, kita ingin masyarakat sehat agar dapat beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat, tokoh agama kita minta menyukseskan vaksinasi Covid-19 ini.

Bagaimana dengan target kunjungan wisatawan ke Kepri kedepannya?

Untuk pariwisata pada tahun ini kita belum membuat target apapun, kami masih menunggu arahan pemerintah pusat, kriteria indikatornya akan disesuaikan dengan RPJM/Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Pusat dan Kepri sedang menyusun RPJM dari Maret nanti, jika kita buat target sekarang nanti harus diubah lagi.

Kita berharap wisman 2,4 juta orang, tetapi kondisinya sepertinya berat untuk mencapai target tersebut ditengah pandemic Covid-19, seperti target 2020 itu, sementara realisasi kedatangan orang asing ke Kepri hanya sekitar 900.000 orang, atau menurun hingga 91 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kita berharap Singapura membuka pintu keluarnya pada awal Februari, janjinya sebelum Implek kepada kita, tetapi dengan catatan bahwa angka Covid-19 serta penanganannya di Kepri mereda 21 hari ke belakang atau tiga minggu berturut-turut, jika terus naik, maka Niat SIngapura tidak akan terealisasi, dan kita tidak dapat berbuat apa-apa jika itu dilakukan Singapura karena memang hak mereka.

Kita sudah bekerja maksimal, dan berharap sesuai dengan rencana, karena kita ingin industry pariwisata bergerak. Jika wisman belum masuk kita akan buat paket wisata antar kabupaten dan antar provinsi, serta ada juga paket MICE dari Kementerian atau Workcation.

Mengapa sebelumnya Kepri menjadi salah satu daerah yang tidak menerapkan rapid antigen pada para pendatang?

Kita khawatir jika itu diterapkan akan memberatkan masyarakat, kita sudah punya protokol kesehatan dengan 4 M itu, masker, jaga jarak, mencuci tangan. Kita juga sudah tambah dengan syarat rapid test antibody, itu sudah cukup. Jika diberatkan syaratnya akan memberatkan pendatang dan mereka mengurungkan niatnya untuk datang kemari.

Karena perbedaannya antara rapid test dengan rapid antigen soal hasil, antigen langsung pada hasilnya, positif atau negative, hal itu menyebabkan ketakutan mereka yang diperiksa. Makanya setelah adanya vaksin kita focus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bersedia dan mau divaksin dan tidak percaya dengan informasi bohong terkait itu.

  • Bagikan