TERASBATAM.ID — Profesi mitra pengemudi transportasi daring (ojek online) di Indonesia diprediksi akan menghadapi tantangan eksistensial dalam satu dekade ke depan. Pakar Manajemen Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., menilai bahwa kombinasi antara tekanan biaya operasional dan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) berpotensi mengeliminasi peran manusia di balik kemudi.
Munculnya fenomena ojek daring semula menjadi katup penyelamat bagi persoalan pengangguran di Indonesia. Masyarakat dengan cepat beralih profesi menjadi mitra pengemudi demi menyambung hidup. Namun, situasi kini berubah seiring dengan meningkatnya tuntutan dari para mitra, mulai dari kenaikan persentase pendapatan, penambahan insentif, hingga jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Rhenald mencatat bahwa desakan pemenuhan hak-hak mitra ini memberikan beban biaya yang signifikan bagi perusahaan pengelola platform. Di tengah kondisi perusahaan yang sebagian besar belum meraup laba, kenaikan biaya tersebut dipastikan akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan tarif.
“Jika harga semakin mahal, jumlah konsumen akan berkurang. Perusahaan pun dipaksa mencari cara untuk melakukan efisiensi agar tetap bertahan,” ujar Rhenald dalam sebuah diskusi publik yang diunggah melalui akun media sosialnya baru-baru ini.
Ancaman Mobil Tanpa Awak
Langkah efisiensi yang paling nyata adalah pengurangan ketergantungan pada pengemudi manusia. Rhenald menunjuk pada keberhasilan uji coba Waymo, mobil tanpa awak (self-driving car) milik Google, yang telah menempuh jutaan kilometer tanpa kecelakaan sebagai bukti nyata bahwa teknologi ini sudah matang.
Ke depannya, perusahaan aplikasi seperti Gojek dan Grab diprediksi akan beralih menggunakan kendaraan otonom jika beban biaya tenaga kerja terus meningkat. “Artinya, pekerjaan itu berpotensi hilang dalam sepuluh tahun ke depan,” tegas Rhenald. Transformasi ini menjadi alarm bagi para mitra pengemudi dan pemerintah untuk mulai merancang transisi ekonomi bagi jutaan orang yang menggantungkan hidupnya di sektor ini.


