BerandaSemangat Pantang Mundur Dua Remaja Mengejar Karier di TNI, "Kini Menunggu di...

Semangat Pantang Mundur Dua Remaja Mengejar Karier di TNI, “Kini Menunggu di PT”

Diterbitkan pada

spot_img
Gagal di Administrasi dan Gigi, Target Lanjut Mencoba ke Perwira Karier

TERASBATAM.ID – Semangat mengabdi kepada negara terlihat jelas pada diri dua remaja berusia 19 tahun, Arfa (bukan nama sebenarnya) dan seorang temannya, yang sama-sama berjuang untuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meskipun sempat mengalami kegagalan, terutama dalam proses administrasi dan kesehatan, keduanya menunjukkan tekad untuk terus mencoba, bahkan dengan perencanaan matang untuk jalur perwira karier.

Pertemuan dengan dua remaja ini tidak direncanakan, saat berada di warung makan di depan Masjid Al – Ikhlas, Perumahan Shangrila Batam, keduanya sedang asyik menikmati makanannya. Kemudian dari tegur sapa awal karena duduk bersebelahan, diketahui bahwa keduanya bekerja di pabrik yang berada persis di seberang Masjid Al-Ikhlas, pabrik yang memproduksi Vape atau rokok elektrik asal China.

“setelah tamat SMK, kami berdua melamar di Perusahaan itu dan diterima. Gajinya dibayar per minggu, saat ini sudah jalan tiga bulan. Daripada nganggur di rumah kami mencoba bekerja disini,” kata Arfa, Sabtu (06/12/2025).

Ketika ditanya, apakah mereka sudah mencoba untuk bergabung menjadi anggota TNI atau Kepolisian, ternyata dengan antusias keduanya mengaku sudah mengikuti seleksi TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Laut, namun belum berhasil.

BACA JUGA:  KJRI JB Pimpin Diplomasi Budaya di Wonderful Nusantara Festival

Mereka mengungkapkan bahwa proses seleksi masuk TNI, khususnya TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Darat (AD), membutuhkan persiapan fisik dan mental yang luar biasa.

Arfa menceritakan pengalamannya dalam seleksi TNI AL baru-baru ini. Ia mengungkapkan adanya sedikit perbedaan alur seleksi dibandingkan dengan rekannya yang mencoba TNI AD.

“Di AL, kami kaget karena di awal langsung persiapan fisik dan kesehatan. Berbeda dengan AD yang mengutamakan pemberkasan dulu,” ujar Arfa.

Untuk seleksi di TNI AL, tahapan awal dimulai dengan validasi data di kantor Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral IV Batam). Sementara tes fisik, seperti pull-up dan push-up, mereka lakukan di Stadion Citramas, dan tes renang dilaksanakan di Sekolah Harapan Utama yang berada tidak jauh dari depan Markas Pertahanan Marinir Kodaeral IV. Proses ini, menurutnya, memakan waktu hingga dua minggu lebih.

“Kesehatan itu saja menunggu hasilnya sekitar empat hari, baru lanjut ke tes jasmani,” tambahnya.

Inspirasi dan Hambatan

Motivasi utama kedua remaja ini untuk bergabung dengan TNI berasal dari inspirasi teman, dorongan keluarga, serta keinginan untuk memiliki jaminan karier dan kesejahteraan.

BACA JUGA:  Combol: Bertarung di Batas, Menggenggam Asa

“Inspirasi kadang datang karena melihat orang lain (anggota TNI), ingin saja. Tapi selain itu, dukungan keluarga dan termotivasi dari kawan yang sudah jadi juga kuat,” kata Abra, yang juga teman satu sekolah di SMK 5 Batam dengan Arfa.

Namun, jalan menuju cita-cita tersebut tidak mudah. Arfa dan Abra menceritakan bahwa temannya yang mendaftar TNI AD harus gugur di tahap administrasi. Sementara itu, Arfa yang mencoba mendaftar TNI AD terlebih dahulu gagal karena masalah kesehatan gigi.

“Di AD, saya gagal karena gigi. Padahal di AL, saya lolos. Mungkin karena saat tes AD kemarin saya belum ada persiapan sama sekali,” ungkapnya.

Strategi Lanjut: Jalur Perwira Karier

Kegagalan yang dialami tidak membuat mereka patah arang. Baik Arfa dan Abra, setelah gagal di TNI AD, langsung mencari pekerjaan di sektor swasta (PT) sebagai selingan sekaligus mengisi waktu, di Perusahaan produsen rokok elektronik yang sedang dijalaninya. Saat ini, ia juga mengambil langkah strategis untuk mengejar karier di jenjang yang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Sop Tulang ZZ, Mie dan Sup Tulang Terlezat di Johor Bahru

“Saya sekarang ambil kuliah malam dulu dan sedang ikut seleksi. Sambil kerja. Nanti setelah lulus, saya akan coba mendaftar PAPK (Perwira Karier),” jelasnya.

Langkah ini dianggap sebagai jalan yang lebih terencana, terutama mengingat adanya wacana penambahan kuota besar untuk TNI, termasuk di kawasan perbatasan seperti Kepri.

“Ada berita rekrutmen besar untuk Perwira Karier (PAPK), terutama untuk yang memiliki latar belakang IT. Itu yang sedang kami incar,” tutupnya, menunjukkan bahwa kegagalan di usia 19 tahun hanyalah jeda, bukan akhir dari impian mereka untuk mengabdi sebagai tentara.

Keduanya juga yakin bahwa proses rekruitmen di TNI terbuka lebar bagi keduanya yang berlatar belakang dari keluarga sederhana, seperti Arfa mengaku bahwa ayahnya hanya seorang pekerja galangan kapal dan ibunya mengurus rumah saja.

“dua teman sekolah kami mereka berhasil lolos dan kini sedang Pendidikan, dari keluarga seperti ini, tidak punya koneksi. Makanya kami akan terus mencoba jika seleksi untuk jenjang tamtama dan bintara dibuka lagi,” kata keduanya.

Latest articles

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

Konjen Singapura Puji Perubahan Pola Pelayanan BP Batam

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang, memberikan apresiasi terhadap pesatnya...

More like this

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...