BerandaBatam RayaRusuh, Aparat Merangsek ke Pemukiman Warga di Pulau Rempang

Rusuh, Aparat Merangsek ke Pemukiman Warga di Pulau Rempang

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID: Aparat gabungan TNI, Polri dan BP Batam memaksa masuk ke pemukiman warga di Pulau Rempang, Kamis (07/09/2023). Akibatnya bentrokan antar warga dan aparat keamanan terjadi. Bahkan anak anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SMP) terpaksa kocar kacir menghindari gas air mata.

Aparat mulai memasuki pemukiman warga pada pukul 10.00 wib. Ribuan warga yang sudah mendapatkan informasi kedatangan warga menunggu di Jembatan 4.

“Aparat memaksa masuk untuk melakukan pemasangan patok tata bata di Pulau Rempang,” kata Bobi salah seorang warga.

Bobi mengatakan, warga sampai saat ini masih menolak dilakukan aktivitas apapun dari tim gabungan selama jaminan kampung mereka terjaga dari pengusuran.

“Tim gabungan memaksa masuk, ini bentrok sudah terjadi, lima orang warga sudah dibawa ke polres,” katanya.

Tidak hanya itu beberapa warga juga ditangkap aparat gabungan dan dimasukan ke dalam mobil. Kondisi sampai saat ini masih terjadi bentrok antar warga.

Walhi Mendesak Polda Kepri Tarik Pasukan

Manajer Kampanye Pesisir dan Laut WALHI Nasional Parid Ridwanuddin meminta polda kepri menarik pasukan dari kampung warga Rempang.

BACA JUGA:  Kapolresta Barelang Pimpin Apel Pergeseran Pasukan PAM TPS Pemilu 2024

“Untuk melawan masyarakat, Pemaksaan Pematokan dan Pengukuran Tanah di Pulau Rempang yang dilakukan 1000 personil kepolisian menggunakan gas air mata. Sebanyak enam orang telah ditangkap oleh polisi, sejumlah warga mengalami luka-luka. Hal ini menunjukkan ironi besar, karena uang yang didapat dari pajak dari rakyat digunakan untuk melawan dan melumpuhnya rakyat yang memperjuangkan ruang hidupnya,” kata Parid.

Ia melanjutkan, masyarakat Pulau Rempang adalah pemilik pulau itu, Jika Pemerintah, dalam hal ini Walikota Batam tidak bisa melindungi mereka, dia telah gagal menjalankan mandat untuk melayani dan melindungi rakyat.

“WALHI sedang berkomunikasi dengan Komnas HAM untuk memastikan perlindungan HAM masyarakat Pulau Rempang,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari aparat terakai tentang tindakan mereka tersebut. (Kang Ajang Nurdin)

Latest articles

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

More like this

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...