BerandaBeritaRSBP Batam Siapkan Pengembangan Layanan Hiperbarik

RSBP Batam Siapkan Pengembangan Layanan Hiperbarik

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID — Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam mulai menjajaki pengembangan layanan hiperbarik sebagai upaya memperkuat sektor kedokteran kelautan di wilayah Kepulauan Riau. Langkah ini diawali dengan kunjungan kaji banding ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang, Jumat (23/1/2026).

Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto menjelaskan, kunjungan ini difokuskan pada pembelajaran tata kelola layanan hiperbarik, mencakup kesiapan sumber daya manusia (SDM), standar keselamatan operasional, hingga aspek teknis medis. Pemilihan RSAL Dr. Midiyato Suratani sebagai lokasi rujukan didasari atas pengalaman panjang rumah sakit tersebut dalam menangani kasus-kasus kesehatan kelautan.

Pengembangan layanan hiperbarik atau terapi oksigen bertekanan tinggi dinilai sangat mendesak bagi Batam. Selain fungsi utamanya menangani penyakit akibat dekompresi pada penyelam, layanan ini kini mulai banyak digunakan untuk penyembuhan luka kronis, komplikasi diabetes, hingga rehabilitasi medis tertentu.

“Batam sebagai kawasan maritim dan industri membutuhkan layanan kesehatan yang adaptif. Pembelajaran dari rumah sakit yang berpengalaman menjadi krusial agar pengembangan layanan di RSBP Batam nantinya mengutamakan keselamatan dan mutu,” ujar Tanto.

BACA JUGA:  KJRI Perluas Informasi KSATRIA di Feri

Diskusi antarkedua rumah sakit juga menyoroti aspek manajerial. RSAL Dr. Midiyato Suratani merupakan rumah sakit TNI AL Tipe B dengan status Badan Layanan Umum (BLU). Pola pengelolaan ini dipelajari oleh RSBP Batam untuk diadaptasi pada pelayanan pasien, terutama bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/BPJS Kesehatan).

Selain agenda kaji banding medis, jajaran RSBP Batam juga melakukan koordinasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Bintan di kawasan Dompak. Pertemuan ini bertujuan memperkuat jejaring rujukan kesehatan dan sinergi antarinstansi di wilayah perdagangan bebas (FTZ).

Kepala Bidang Pemasaran BP Bintan Rahut T. Hutajulu menyambut positif inisiatif tersebut sebagai upaya menciptakan ekosistem pelayanan publik yang lebih terintegrasi di Kepulauan Riau.

Langkah RSBP Batam ini sejalan dengan arahan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait yang menekankan pentingnya inovasi layanan untuk meningkatkan daya saing Batam sebagai destinasi wisata medis (medical tourism) di masa depan.

Latest articles

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

More like this

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...