TERASBATAM.ID — Penumpang pesawat diimbau untuk tidak menyimpan tas kabin di kompartemen atas yang terletak di belakang kursi mereka. Selain memperlambat proses keluar pesawat (disembarkation), kebiasaan ini juga meningkatkan risiko pencurian dan kesalahan pengambilan barang oleh penumpang lain karena berada di luar jangkauan pengawasan pemilik.
Julian Kheel, pendiri platform perjalanan Points Path, menjelaskan bahwa menyimpan tas di belakang posisi duduk memaksa penumpang untuk menunggu arus orang selesai turun sebelum bisa berbalik arah mengambil barang. “Hal itu dapat mengubah proses keluar yang seharusnya cepat menjadi lambat dan membuat frustrasi, baik bagi pemilik tas maupun penumpang lain,” ujar Kheel, sebagaimana dikutip dari Travel and Leisure, Minggu (22/2/2026).
Selain faktor efisiensi waktu, aspek keamanan menjadi pertimbangan utama. Kompartemen di belakang kursi sulit diawasi oleh pemilik selama penerbangan, sehingga rentan terhadap aksi pencurian oleh oknum yang berpura-pura memiliki tas tersebut. Pramugari internasional Sherry Peters menambahkan, menjangkau tas ke arah belakang di tengah kerumunan kabin yang sempit juga berisiko menyebabkan cedera otot.
Pakar perjalanan menyarankan, jika kompartemen tepat di atas kepala sudah penuh, penumpang sebaiknya mencari ruang di sisi depan kursi. Hal ini memudahkan pengambilan barang saat penumpang bergerak maju menuju pintu keluar. Menggunakan ruang kompartemen yang paling dekat dengan kursi merupakan bagian dari etika perjalanan guna menjaga ketertiban proses naik dan turun pesawat.


