TERASBATAM.ID – Pemerintah Indonesia dan Inggris menyepakati penguatan kerja sama pertahanan melalui skema Maritime Partnership Program (MPP). Kesepakatan ini mengemuka dalam kunjungan kehormatan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic James Robert Jermey, kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Pertemuan diplomatik tersebut juga menjadi bagian dari persiapan rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia untuk bertemu Perdana Menteri Inggris di London dalam waktu dekat. Penguatan hubungan bilateral ini dinilai strategis mengingat dinamika keamanan regional dan global yang kian kompleks.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi atas peran aktif Pemerintah Inggris dalam membangun kemitraan pertahanan yang berkelanjutan dengan Indonesia. Menurut Sjafrie, hubungan kedua negara terus berkembang positif, terutama dalam upaya menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim.
“Hubungan pertahanan kedua negara terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan di tingkat regional maupun global,” ujar Sjafrie.
Industri Pertahanan
Selain fokus pada kemitraan maritim, kedua belah pihak membahas peluang penguatan kapasitas sumber daya manusia dan dialog kebijakan. Sektor industri pertahanan juga menjadi poin krusial dalam diskusi tersebut, dengan tujuan menciptakan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kemandirian pertahanan kedua negara.
Dubes Dominic Jermey menyambut baik komitmen Indonesia dan menegaskan pentingnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis Inggris di kawasan Indo-Pasifik. Inggris berkomitmen untuk terus mendorong hubungan bilateral yang harmonis dan berorientasi jangka panjang.
Dalam pertemuan tersebut, Menhan Sjafrie didampingi oleh Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) serta Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan. Sinergi ini diharapkan menjadi landasan bagi stabilisasi kawasan serta dukungan terhadap perdamaian internasional melalui diplomasi pertahanan yang kuat.
[sumber: www.kemhan.go.id]


