BerandaBatam RayaRatapan Nek Rohima dan Penegasan Penolakan Relokasi atau Digeser

Ratapan Nek Rohima dan Penegasan Penolakan Relokasi atau Digeser

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID: Warga Melayu Pulau Rempang kembali menggelar peringatan maulid nabi dan menggelar doa di Lapangan Muhamad Musa Sembulang, Pulau Rempang, Sabtu sore (07/10/2023). Momen peringatan tersebut sekaligus mempertegas kembali sikap warga melayu disana yang menolak relokasi maupun digeser yang dilakukan pemerintah kepada mereka.

Nek Rohima, warga Pulau Rempang yang sudah berusia 76 tahun, mengaku sangat kaget dengan rencana mendadak pemerintah dan investor yang ingin menggusur warga disana yang telah berdiam beberapa generasi.

Nek Rohima sendiri tinggal bersama ibunya yang sudah berusia lebih dari 100 tahun usianya, dan lahir dan tumbuh sebagaimana Nek Rohima di Pulau Rempang.

Nek Rohima lahir dan tumbuh besar di pesisir Pulau Rempang. Hidup dari hasil laut yang selama ini menjadi sumber pendapatan mereka selama ini.

“Kami dilahirkan di sini tanpa kekurangan apapun. Tapi di usia kami yang sudah 76 tahun  ini, datang yang seperti ini apa tidak kami kaget,” kata Nek Rohimah.

Sudah beberapa bulan ini tatanan kehidupan warga disana terusik, hilir mudik aparat keamanan dan staf PT Makmur Elok Graha (MEG) dengan kendaraan motor trailnya mengganggu keheningan pemukiman yang bertahun-tahun menjadi bagian tak terpisahkan.

BACA JUGA:  FKPD Kota Batam Gelar Rapat Akhir Tahun, Deportasi PMI Hingga Demo UMK Jadi Sorotan

Bimbang peradaban mereka di kampung-kampung akan hilang. Jejak makam leluhur. Ruang bermain dan menangkap hasil laut.

Perjuangan warga untuk tetap dapat bertahan di tanah warisan leluhur mereka terus mengemuka. Termasuk lewat pernyataan langsung warga dan gerakan bersama yang mereka adakan. Dalam banyak momen, warga Pulau Rempang selalu menyuarakan penolakan relokasi.

Salah satunya adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriyah yang diperingati di kampung-kampung, dimanfaatkan warga untuk berdoa dan menyatakan penolakan rencana penggusuran dari kampung mereka.

“Sejengkalpun kami tidak mau digeser dari kampung kami,” kata dia.

Suara yang disampaikan oleh Nek Rohima, adalah bagian kecil dari banyak suara-suara serupa, ini dapat dilihat dari hampir sebagian besar rumah-rumah di Sembulang memasang stiker yang bertuliskan Tolak Relokasi/Digeser.

Momen kedatangan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia di Tanjung Banun pada Jumat (06/10/2023) sore lalu juga dioptimalkan warga. Mereka datang menemui Bahlil sambil mengangkat spanduk dan karton yang berisi penolakan rencana penggusuran.

BACA JUGA:  Terancam Digusur, Warga Baloi Kolam Minta Pemerintah Turun Tangan

Latest articles

Satu Tahun Ansar-Nyanyang: Tekan Kemiskinan hingga Terendah di Sumatera

TERASBATAM.ID — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang...

Langkah Baru Sang Ahli Artileri

TERASBATAM.ID — Sejarah baru tertulis di bumi Riau dan Kepulauan Riau. Di pundak Mayor...

Marinir Perketat Penjagaan di Pulau Sekatung

TERASBATAM.ID — Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas...

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

More like this

Satu Tahun Ansar-Nyanyang: Tekan Kemiskinan hingga Terendah di Sumatera

TERASBATAM.ID — Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang...

Langkah Baru Sang Ahli Artileri

TERASBATAM.ID — Sejarah baru tertulis di bumi Riau dan Kepulauan Riau. Di pundak Mayor...

Marinir Perketat Penjagaan di Pulau Sekatung

TERASBATAM.ID — Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas...