TERASBATAM.id: Semangat perjuangan Raja Fisabilillah, pahlawan Melayu dari Kesultanan Johor-Riau-Lingga, berkobar kembali di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Dataran Engku Putri, Batam, Sabtu (05/10/2024).
Bukan hanya parade militer dan atraksi prajurit, drama kabaret yang mengisahkan kegigihan Raja Fisabilillah melawan kolonialisme Belanda menjadi sorotan utama dalam upacara yang dipimpin oleh Kepala Staf Gabungan Wilayah Pertahanan (Kagabwilhan) Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu ini.

Dengan tata panggung yang megah dan akting memukau, drama kabaret tersebut menampilkan kisah penolakan Raja Fisabilillah terhadap Contract-Binding (CB) Belanda. CB, sebuah perjanjian dagang yang dirancang untuk menguasai perdagangan lokal, ditolak mentah-mentah oleh sang Raja.
“Raja Fisabilillah menyadari bahwa perjanjian itu hanya akan merugikan rakyatnya,” ujar Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu dalam sambutannya. “Semangat jihad beliau dalam melawan penjajah menjadi teladan bagi kita semua untuk terus menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa.”
Adegan perlawanan Raja Fisabilillah dan para pejuang Melayu yang gigih membuat ribuan penonton terpukau. Meskipun akhirnya Belanda berhasil menguasai Kepulauan Riau, semangat juang Raja Fisabilillah tetap menjadi simbol perlawanan yang menginspirasi.
Peringatan HUT TNI ke-79 di Batam kali ini tak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan militer, tetapi juga momentum untuk merefleksikan nilai-nilai kebangsaan dan menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan.

Turut hadir menyaksikan acara tersebut Plt Gubernur Kepri Marlin Agustina, Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Danrem 033/WP Brigadir Jenderal TNI Bambang Hergutanto, Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto serta para PJU TNI AL, TNI AD dan TNI AU.
[kang ajang nurdin]


