Lolos Kualifikasi Steel Cutting Scorpène Evolved, RI Jadi Kekuatan Industri Kapal Selam Baru di Indo-Pasifik
TERASBATAM.ID — PT PAL Indonesia mencatatkan pencapaian strategis dengan lolosnya kualifikasi pemotongan baja (Steel Cutting Qualification Section) untuk kapal selam jenis Scorpène Evolved. Upacara yang digelar di galangan kapal PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, pada 12 Desember 2025 ini, menandai titik balik signifikan bagi pertahanan maritim Indonesia. Pencapaian ini secara resmi mengukuhkan PT PAL sebagai perusahaan konstruksi kapal milik negara yang memenuhi standar ketat metalurgi, toleransi dimensi, dan integritas pengelasan yang diperlukan untuk pembuatan badan kapal selam bertekanan tinggi sesuai piawai militer Eropa.
Kualifikasi Steel Cutting Qualification Section merupakan ambang teknis paling sensitif dalam program pelokalan kapal selam. Lolosnya tahap ini membuktikan penguasaan penuh insinyur Indonesia terhadap pemotongan baja berkekuatan tinggi, penjajaran berpresisi ekstrem, serta pengendalian deformasi struktural. Dengan keberhasilan ini di bawah pengawasan Naval Group, PT PAL secara efektif membuktikan kemampuannya memproduksi modul struktural kapal selam bertaraf Eropa tanpa bergantung pada pabrikasi luar negeri, sebuah kapabilitas yang saat ini hanya dimiliki oleh kurang dari selusin negara di dunia.
Dari sudut pandang strategis, keberhasilan ini menempatkan Indonesia sebagai kekuatan industri kapal selam yang sedang bangkit di tengah persaingan Indo-Pasifik yang memanas. Peralihan ini mencerminkan niat jangka panjang Jakarta untuk tidak hanya sekadar memperoleh platform, tetapi menguasai secara berdaulat salah satu sistem persenjataan paling kompleks dalam peperangan modern.
Pengarah Teknologi PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, menyatakan bahwa seksi kualifikasi ini adalah komponen utama dalam proses transfer teknologi. Program ini mendukung tujuan jangka panjang Indonesia untuk secara mandiri merancang, membangun, dan memelihara kapal selam, serta menyokong aspirasi negara untuk mandiri dalam teknologi pertahanan bawah air. Kontrak pembangunan dua unit Scorpène Evolved Full Lithium-ion Battery sendiri telah ditandatangani pada 2 April 2024 dan berlaku efektif 23 Juli 2025.
Secara keseluruhan, program yang diperkirakan bernilai lebih dari 2 miliar Euro (sekitar 2,15 miliar dollar AS) ini disokong penuh oleh Penyertaan Modal Negara (PMN). Pembangunan penuh diharapkan dimulai pada pertengahan 2026, dengan kapal selam pertama Scorpène Evolved dijadwalkan masuk layanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) pada 2030.
[sumber: defencesecurityasia.com]


