BerandaBatam RayaProyek Reklamasi Gencar di Batam, DPR RI Berharap Tidak Ganggu Kedaulatan

Proyek Reklamasi Gencar di Batam, DPR RI Berharap Tidak Ganggu Kedaulatan

Diterbitkan pada

spot_img

TerasBatam.id: Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Landas Kontinen DPR RI mengunjungi Provinsi Kepulauan Riau untuk menyerap aspirasi terkait penyusunan RUU yang akan mengantur tapal batas maritime dengan negara lain. Gencarnya proyek reklamasi di Batam yang berhadapan dengan Negara tetangga Singapura diharapkan tidak menggangu kedaulatan Indonesia.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Landas Kontinen Taufik Basari, Senin (06/09/2021) mengatakan, walaupun berdasarkan Rancangan Undang-Undang Landas Kontinen yang sedang dikerjakan oleh Pansus dan berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982 bahwa Landas Kontinen diukur dari wilayah asli dari sebuah pulau atau wilayah.

“kami harapkan reklamasi-reklamasi itu (reklamasi di Batam) tidak berpengaruh terhadap kedaulatan kita terhadap landas kontinen,” kata Taufik yang merintis karier sebagai pengacara sebelum terjun ke dunia politik.

Aktivis 98 ini memastikan bahwa proyek reklamasi itu tidak membuat wilayahnya menjadi melebar karena itu akan dihitung dari wilayah originalnya. Namun demikian pertambahan lebar luas wilayah di Batam tidak merugikan pihak lain.

BACA JUGA:  Sambut Milad ke-25, LAM Batam Gelar "Sembang Sesame Kite"

“Dan Landas Kontinen ini juga berpengaruh dari lempeng yang akan diukur, sehingga kita akan mengukurnya dari kesatuan lempeng daratan yang ada tertutup air laut. Jadi tetap saja tidak berubah landas kontinennya,” kata Taufik lebih teknis.

Sejumlah proyek reklamasi, seperti terlihat di Kawasan Harbour Bay, Pelabuhan Bintang 99 di Batu Ampar, dan rencana perluasan di teluk Tanjung Uma kian semakin gencar dilakukan oleh pengembang disana. Wilayah yang berhadapan dengan Negara tetangga Singapura tersebut semakin lebar menuju laut lepas.

Bahkan bangunan-bangunan lama di sekitar Harbour Bay seperti saksi sejarah, betapa luas lahan yang telah direklamasi oleh pemiliknya, dari awal reklamasi yang masih sedikit hingga terus bertambah menjadi luas, kehadiran bangunan baru pengganti dari bangunan café-café sebelumnya menunjukkan bahwa areal reklamasi bertambah hingga beberapa kilometer ke laut.

 

 

Latest articles

Langkah Baru Sang Ahli Artileri

TERASBATAM.ID — Sejarah baru tertulis di bumi Riau dan Kepulauan Riau. Di pundak Mayor...

Marinir Perketat Penjagaan di Pulau Sekatung

TERASBATAM.ID — Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas...

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

More like this

Langkah Baru Sang Ahli Artileri

TERASBATAM.ID — Sejarah baru tertulis di bumi Riau dan Kepulauan Riau. Di pundak Mayor...

Marinir Perketat Penjagaan di Pulau Sekatung

TERASBATAM.ID — Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas...

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...