TERASBATAM.ID – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Melayu guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Batam. Langkah persuasif ini diambil untuk meredam potensi gesekan sosial di tengah masifnya investasi di wilayah pesisir serta isu regulasi yang menyentuh masyarakat lokal.
Dalam pertemuan silaturahmi di Batam, Kamis (15/1/2026), Kapolresta Barelang Komisaris Besar Anggoro Wicaksono berdialog langsung dengan perwakilan belasan ormas Melayu, di antaranya PERPAT, Gagak Hitam, Elang Laut, dan DPD HNSI. Dialog ini menjadi ruang bagi masyarakat tempatan untuk menyampaikan aspirasi terkait dampak pembangunan terhadap marwah dan kesejahteraan warga pesisir.
Kapolresta Barelang mengapresiasi peran ormas Melayu dalam menjaga keamanan Batam selama ini. Ia mengimbau agar setiap aspirasi masyarakat disampaikan melalui jalur dialog dan pertemuan formal ketimbang aksi unjuk rasa di jalanan.
“Silaturahmi ini adalah bentuk koordinasi untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat Melayu dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan serta menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Anggoro.
Isu Investasi dan Nelayan
Dalam diskusi tersebut, sejumlah ormas menyoroti persoalan krusial, mulai dari isu implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan masyarakat, hingga reklamasi di Pulau Setokok yang minim ruang diskusi bagi warga terdampak. DPD HNSI juga menitipkan harapan agar kesejahteraan nelayan yang kini kembali beroperasi tetap menjadi perhatian utama pemerintah.
Menanggapi kegelisahan warga terkait investasi yang dianggap menggerus jati diri lokal, Anggoro menegaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Wali Kota Batam. Ia meminta agar setiap proyek investasi tetap merangkul masyarakat sekitar tanpa mengubah identitas asal, seperti nama pulau.
“Pelibatan masyarakat tempatan harus dikedepankan dengan tetap memperhatikan peningkatan kompetensi dan keterampilan mereka,” kata Anggoro. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di media sosial yang dapat memicu ketidakharmonisan.
Selain isu lahan dan investasi, masyarakat pesisir mengeluhkan tantangan pendidikan dan persyaratan kerja bagi anak tempatan. Sebagai solusi jangka panjang, Polresta Barelang telah membangun Sekolah Merah Putih untuk membantu meningkatkan taraf pendidikan masyarakat pesisir.
Sebagai bentuk penghormatan dan penguatan ikatan budaya, ormas Melayu Kota Batam memberikan Tanjak—penutup kepala tradisional Melayu—kepada Kapolresta Barelang. Para tokoh ormas juga berencana mendaulat Kapolresta sebagai Pembina Sekretariat Bersama (Sekber) Ormas Melayu Kota Batam sebagai simbol kemitraan strategis dalam menjaga perdamaian di tanah melayu.


