TERASBATAM.ID — Aparat Kepolisian Sektor Batu Ampar melakukan pengamanan ketat terhadap pendistribusian air bersih bagi warga di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (23/1/2026). Langkah ini diambil guna menjamin ketertiban dan memastikan bantuan tepat sasaran di tengah krisis air bersih yang masih melanda wilayah tersebut.
Pengamanan pendistribusian air yang disuplai oleh PT Air Batam Hilir (ABH) tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah. Kegiatan ini melibatkan sinergi antara kepolisian, Camat Batu Ampar Yuliandi Saputra, pihak kelurahan, serta perangkat RT dan RW di wilayah terdampak.
Berdasarkan data dari pihak kelurahan, kebutuhan total air bersih untuk warga yang terdampak gangguan mencapai 84 rit atau tangki per hari. Namun, pada penyaluran hari Jumat, sebanyak 48 tangki didistribusikan ke sejumlah titik prioritas.
Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah menjelaskan, pengurangan jumlah tangki bantuan dilakukan karena sebagian rumah warga dilaporkan mulai mendapatkan aliran air melalui pipa, meski tekanannya masih tergolong kecil. Distribusi tangki difokuskan pada rukun warga (RW) yang pasokan airnya masih terputus sepenuhnya.
“Kami memastikan pendistribusian berjalan aman, tertib, dan lancar. Polsek Batu Ampar akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga kondusivitas selama pemulihan layanan air berlangsung,” ujar Amru.
Proses distribusi air dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Personel kepolisian ditempatkan di setiap titik bongkar muat air untuk mengatur antrean warga guna mencegah terjadinya kerumunan yang tidak terkendali. Koordinasi di lapangan dilakukan secara intensif dengan Kanit Binmas sebagai perwira pengendali.
Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 20.00 WIB, situasi di Kelurahan Tanjung Sengkuang terpantau kondusif. Warga menyambut baik upaya pengawalan ini karena proses pembagian air menjadi lebih teratur di tengah keterbatasan pasokan.
Persoalan krisis air di Batam terus menjadi sorotan publik dalam beberapa pekan terakhir, mendorong pihak otoritas untuk melakukan penanganan darurat hingga infrastruktur distribusi air kembali normal sepenuhnya.


