Penjualan BBM dan LPG di Kepri Diprediksi Turun 16% Saat Mudik Lebaran 2024

TERASBATAM.ID: Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kepulauan Riau (Kepri) diprediksi mengalami penurunan selama periode Ramadhan hingga mudik lebaran nanti.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, mengatakan bahwa total penjualan gasoline diprediksi turun 1 persen, dan total gasoil diprediksi turun 5 persen dibandingkan dengan penjualan normal.

“Proyeksi sales cenderung menurun, karena Kepri tidak seperti daerah lainnya, bukan merupakan daerah tujuan mudik. Malah sebagian masyarakat ada yang ke luar Batam untuk mudik. Maka dari itu, kebutuhan BBM dan LPG pun diproyeksikan turun, kecuali Pertalite yang diprediksi naik, khususnya di titik-titik tertentu,” jelas Bagus dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/3/2024).

Penurunan penjualan BBM diprediksi terjadi pada beberapa produk, seperti Pertamax yang turun 29 persen dari 75 KL/hari menjadi 54 KL/hari, Pertamax Turbo turun 10 persen dari 24,6 KL/hari menjadi 22 KL/hari, Biosolar turun 4 persen dari 375 KL/hari menjadi 359 KL/hari, Dexlite turun 14 persen dari 18 KL/hari menjadi 16 KL/hari, dan Pertamina Dex turun 18 persen dari 2 KL/hari menjadi 1,6 KL/hari.

Sementara itu, penjualan Pertalite diprediksi naik 2 persen di beberapa wilayah Kepri, dari 1.151 KL/hari menjadi 1.169 KL/hari.

Penurunan penjualan juga diprediksi terjadi pada LPG, dengan total penurunan mencapai 16 persen. Penjualan LPG PSO diprediksi turun 15 persen, LPG Non PSO turun 26 persen, dan LPG Rumah Tangga Total turun 16 persen.

“Pada periode Hari Raya Idul Fitri, sektor produksi juga diprediksi libur di hari-hari tertentu sehingga kebutuhan akan LPG akan turun drastis,” tambah Bagus.

Bagus menjelaskan bahwa puncak konsumsi BBM dan LPG diprediksi terjadi pada tanggal 8 April 2024 sebelum Hari Raya Idul Fitri, dan pada tanggal 16 April 2024 untuk arus balik.

Pertamina Patra Niaga Kepri memastikan ketahanan stok BBM dan LPG selama periode Satgas Idul Fitri 2024. Stok BBM dan LPG di Kepri saat ini terbilang aman, dengan ketahanan mencapai 20-25 hari.

“Pertamina Patra Niaga Kepri juga akan menyiagakan 129 SPBU dan 67 agen LPG PSO di seluruh wilayah Kepri untuk melayani kebutuhan masyarakat selama periode Satgas Idul Fitri 2024,” kata Bagus.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

“Masyarakat diimbau untuk membeli BBM dan LPG secukupnya, dan tidak perlu khawatir karena stok BBM dan LPG aman,” ujar Bagus.

Berdasarkan proyeksi, penjualan BBM dan LPG di Kepri diprediksi mengalami penurunan selama periode Satgas Idul Fitri 2024.

Total Gasoline:

  • Diprediksi turun 1% dari penjualan normal.

Total Gasoil:

  • Diprediksi turun 5% dari penjualan normal.

Contoh Penurunan Penjualan:

  • Pertamax: dari 75 KL/hari menjadi 54 KL/hari (turun 29%).
  • Pertamax Turbo: dari 24,6 KL/hari menjadi 22 KL/hari (turun 10%).
  • Biosolar: dari 375 KL/hari menjadi 359 KL/hari (turun 4%).
  • Dexlite: dari 18 KL/hari menjadi 16 KL/hari (turun 14%).
  • Pertamina Dex: dari 2 KL/hari menjadi 1,6 KL/hari (turun 18%).

Pengecualian:

  • Penjualan Pertalite diprediksi naik 2% di beberapa wilayah Kepri.
  • Dari 1.151 KL/hari menjadi 1.169 KL/hari.

Penyebab Penurunan:

  • Kepri bukan daerah tujuan mudik.
  • Masyarakat Kepri ada yang keluar Batam untuk mudik.

Penurunan Penjualan LPG:

  • Diprediksi turun 16%.
  • LPG PSO: turun 15%.
  • LPG Non PSO: turun 26%.
  • LPG Rumah Tangga Total: turun 16%.

Puncak Konsumsi:

  • Sebelum Hari Raya Idul Fitri: 8 April 2024.
  • Arus balik: 16 April 2024.

Libur Produksi:

  • Sektor produksi diprediksi libur di hari-hari tertentu.
  • Kebutuhan LPG akan turun drastis.

(dirangkum berdasarkan keterangan yang tersedia)