TerasBatam.Id: Walaupun untuk mencapai target 100 persen vaksinasi seluruh penduduk Batam sebuah keniscahyaan, namun Walikota Batam Muhammad Rudi optimis bahwa target tersebut akan tercapai pada November mendatang. Sebuah tim sudah dibentuk yang bertugas memburu warga yang belum divaksin.
“Target November ini 100 persen penduduk Batam harus sudah tervaksin, Namanya juga usaha,” kata Rudi seusai pertemuan dengan warga Simpang Nongsa, Selasa (05/10/2021).
Menurut Rudi, berdasarkan catatan dari Menteri Kesehatan terdapat 140 ribu jiwa penduduk usia dewasa dan 20.000 jiwa kategori anak-anak sekolah yang belum divaksin, sehingga totalnya ada 160.000 orang yang belum tervaksin. Sementara itu total sasaran vaksinasi penduduk Batam sebanyak 907.317 orang.
“vaksin kita ada jumlahnya segitu. Mudah-mudahan semuanya akan tervaksin,” kata Rudi.
Untuk mencapai target tersebut, Rudi mengatakan, Pemko Batam telah membentuk tim yang diketuai oleh Achmad Arfah, salah satu pejabat di Inspektorat Pemko Batam sekitar 3 minggu lalu. Tim tersebut akan menempatkan Ketua Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak untuk menemukan warga yang belum divaksin.
Menurut Rudi, data penduduk yang sudah mendapatkan vaksin sudah di print out dan dianalisa oleh pihaknya dan disesuaikan dengan data Penduduk Kota Batam. Selanjutnya dengan data tersebut Tim akan melakukan cross chek dengan penduduk yang belum tervaksin.
“nah yang belum itu nanti kita bareng pak lurah melalui RT dan RW mencari warga bersangkutan,” kata Rudi.
Selanjutnya, menurut Rudi, petugas RT atau RW itu yang akan mendatangi dan mendata warga yang belum divaksin.
“akan kita datangi, atau mereka yang datang ke Puskesmas sehingga semuanya bisa tercapai angka 100 persen,” kata Rudi.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Mohammad Bisri menegaskan bahwa pencapaian vaksinasi tidak mungkin mencapai angka 100 persen dari jumlah penduduk karena ada sejumlah kendala, diantaranya penduduk yang memiliki penyakit penyerta, ibu hamil yang belum berusia 3 bulan.
“serta masyarakat yang selalu sembunyi-sembunyi saat mau divaksin, menghindari dan lokasi yang sulit dijangkau seperti di pulau-pulau, itu hambatan utama untuk mencapai angka vaksinasi 100 persen, tidak mungkin,” kata Bisri.


