TerasBatam.id: Pemerintah Kota Batam akan merancang pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh alias full time dari kondisi saat ini hanya beroperasi sekitar 50 persen. PTM secara full time dapat dilakukan dalam waktu tidak lama lagi melihat trend Covid-19 di Batam yang semakin melandai menuju kondisi normal.
Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad kepada www.terasbatam.id baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya sudah merancang untuk PTM secara penuh ditengah kondisi Covid-19 yang telah melandai.
“Kami sudah merancang kearah itu (pembelajaran full time), kalau sekarang masih 50 persen, nanti kita coba 75 persen, yang jelas upaya-upaya kita ialah ke arah semakin meningkat pembelajaran,” kata Amsakar.
Amsakar bercerita soal beberapa waktu lalu pihaknya cukup dikejutkan dengan munculnya sejumlah kasus baru, yaitu beberapa orang terpapar Covid-19 setelah sekian lama tidak ada kasus warga yang ditemukan terjangkit virus asal Wuhan itu.
“kita sempat terkejut juga ketika yang melandainya tinggal 3 orang, alih alih kedatangan 6 orang yang positif sehingga setiap 1 orang kita tracing sampai 15 orang, sebanyak 90 orang yang kontak erat dengan 6 orang itu kita kejar, kita cari informasinya, alhamdulillah hasilnya negative 95 orang yang di tracing,” kata Amsakar bercerita soal upaya tracing tersebut.
Soal Tracing warga yang terpapar Covid, menurut Amsakar, pihaknya ingin menunjukkan soal kebijakan apapun yang Pemko Batam putuskan harus mempertimbangkan banyak aspek.
“kalau studi kami sudah mengungkapkan 70,3 persen herd immunity masyarakat batam ini sudah terbentuk. Artinya kebijakan kita harus hati-hati, termasuk soal pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan kita gelar secara penuh,” kata Amsakar.


