TERASBATAM.ID — Pakar Komunikasi Politik, Prof. Gun Gun Heryanto, menyoroti pernyataan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membandingkan besaran bantuan pemerintah dengan donasi kemanusiaan yang dikumpulkan oleh publik, seperti yang dilakukan oleh YouTuber Ferry Irwandi untuk bencana Sumatra. Profesor Gun Gun menilai perbandingan tersebut merupakan “gagal dalam logika berpikir”.
Dalam konteks bencana, negara melalui pemerintah memiliki tanggung jawab institusional untuk melindungi warga negara dan memberikan bantuan. Hal ini berbeda jauh dengan inisiatif yang dilakukan oleh warga negara secara sukarela (volunteer citizen).
“Menurut saya, itu gagal dalam logika berpikir. Kenapa? Membandingkan dua hal yang tidak apple to apple,” kata Prof. Gun Gun Heryanto, yang juga menjabat sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Tanggung Jawab Negara vs. Sifat Volunteer
Prof. Gun Gun menegaskan bahwa negara, dalam konteks pemerintah, dapat memberikan bantuan dalam skala besar, bahkan hingga triliunan rupiah. Kemampuan ini didukung oleh sumber daya yang dimiliki, termasuk perolehan pajak dari masyarakat.
Sebaliknya, donasi yang dikumpulkan oleh individu atau kelompok relawan, seperti donasi Rp10 miliar yang berhasil dihimpun Ferry Irwandi, bersifat parsial dan berasal dari dana pribadi-pribadi. Meskipun parsial, Prof. Gun Gun menilai donasi sebesar Rp10 miliar yang dikumpulkan secara volunteer sudah termasuk besar.
“Negara dalam konteks pemerintah itu punya tanggung jawab institusional untuk melindungi warga negara. Dan salah satunya adalah pada saat bencana,” tegas Dekan FDIKOM UIN Jakarta ini.
Menurut Prof. Gun Gun, yang dibutuhkan dari pejabat setingkat menteri atau wakil rakyat adalah kebijakan, bukan sekadar bantuan yang sifatnya parsial. Ia menyayangkan blunder pernyataan tersebut yang kerap terjadi di kalangan pejabat publik.


