BerandaBeritaOmbudsman Kepri: Distribusi Gas LPG 3 Kg di Batam Diselewengkan!

Ombudsman Kepri: Distribusi Gas LPG 3 Kg di Batam Diselewengkan!

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID: Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) mengungkap berbagai penyelewengan dalam distribusi LPG 3 Kg di Kota Batam. Temuan ini didapat setelah Ombudsman melakukan pemantauan ke sejumlah agen dan pangkalan di Batam Kota dan Bengkong.

Beberapa penyelewengan yang ditemukan antara lain: keterlambatan dan pengurangan pengiriman LPG ke pangkalan, pangkalan tidak melakukan pencatatan penjualan, tidak memiliki timbangan, dan menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan, ditemukan pangkalan di SPBU yang menjual LPG 3 Kg seharga Rp35.000 tanpa perlu menunjukkan KTP.

“Jadi kami telah lakukan pemantauan di Sosial Media, daerah mana yang paling banyak dikeluhkan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 Kg ini. Ternyata di Batam Kota dan Bengkong,” tutur Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari pada Selasa (24/09/2024) di Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, Ombudsman RI Perwakilan Kepri menemukan adanya keterlambatan serta pengurangan pengiriman tabung LPG 3 Kg ke pangkalan.

“Di daerah Bengkong kami memang temukan adanya keterlambatan dan pengurangan pengiriman LPG 3 Kg ke pangkalan dari salah satu agen,” ungkap Lagat.

BACA JUGA:  Mangrove Batam Terancam

Selain itu, ia juga membeberkan terdapat pangkalan yang tidak melakukan pencatatan penjualan (log book), tidak memiliki timbangan dan tidak melakukan penimbangan saat barang dikirim oleh agen bahkan tidak memiliki plang padahal pangkalan tersebut merupakan pangkalan resmi.

“Kami juga temukan adanya penambahan biaya jasa antar sekitar Rp1.000,- hingga Rp5.000,- per tabung, tabung yang beirisi 7-7,5 Kg. Serta kami temukan jarak antar pangkalan yang sangat berdekatan,” ungkapnya.

Penyaluran Gas Elpiji ukuran 3 Kilogram melalui Operasi Pasar yang digelar oleh Disperindag dan PT Pertamina Patraniaga di salah satu pasar di Batam Centre. Photo RMA

Ombudsman juga menduga adanya afiliasi antara pangkalan dan pengecer, yang melanggar aturan di Batam.

Menanggapi temuan ini, Pertamina Patra Niaga Wilayah Kepri mengakui adanya dugaan mismanagement dalam pendistribusian yang menyebabkan kelangkaan di masyarakat. Pertamina telah melakukan berbagai upaya, seperti operasi pasar, extra dropping, dan pengawasan tambahan.

Ombudsman Kepri telah menyurati Pertamina secara resmi, menyampaikan temuan dan saran tindakan korektif, seperti memastikan penyaluran LPG rutin sesuai jadwal, melakukan kontrol kualitas, dan menertibkan pangkalan yang melanggar aturan.

Sebelumnya PT Pertamina Patra Niaga Kepri telah menyiapkan sebanyak 4.480 tabung gas dalam operasi pasar LPG 3 kg yang digelar di Kota Batam. Sales Area Manager (SAM) Kepri Pertamina Patra Niaga Bagus Handoko mengatakan pelaksanaan operasi pasar LPG 3 kg tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

BACA JUGA:  RI-Singapura Teken 19 MoU, Perkuat Kerja Sama Strategis

“Atas inisiasi antar Pertamina, Disperindag dan Hiswana Migas kami melakukan operasi pasar ini. Untuk operasi pasar secara langsung yang berjalan di tiga lokasi total 4.480 tabung,” ujar Bagus.

Secara keseluruhan pihaknya juga  menyalurkan fakultatif tambahan sebanyak 24.080 tabung untuk Kota Batam.

Terkait dengan terjadinya kelangkaan di Batam, ia menjelaskan hal tersebut bersifat sektoral, sehingga Pertamina melakukan evaluasi dan identifikasi terhadap wilayah yang mengalami kendala dalam penyaluran gas bersubsidi.

“Kami identifikasi lebih lanjut ada beberapa hal yang kemungkinan menyebabkan terjadinya hal ini. Ketidakdisiplinan pangkalan dalam menyalurkan ke konsumen secara langsung, dan kami lagi investigasi terkait jalur distribusinya,” kata dia.

[Kang Ajang Nurdin]

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...