TERASBATAM.ID — Sektor perikanan di wilayah perbatasan utara Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Memasuki awal Februari 2026, Kabupaten Natuna sukses melakukan ekspor perdana sebanyak 8,3 ton ikan hidup bernilai ekonomi tinggi ke Hong Kong. Langkah ini mempertegas posisi Natuna sebagai lumbung perikanan strategis nasional.
Pengiriman perdana di tahun 2026 tersebut mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 861 juta. Komoditas yang dikirim didominasi oleh berbagai jenis kerapu premium yang selama ini menjadi primadona di pasar internasional.
Rincian Komoditas Ekspor
Pasar Hong Kong dikenal sangat selektif terhadap kualitas produk laut. Berikut adalah rincian jenis ikan yang berhasil menembus pasar tersebut:
| Jenis Ikan | Jumlah (Ekor) |
| Kerapu Sunu | 1.320 |
| Kerapu Cantang | 1.222 |
| Kerapu Cantik | 1.150 |
| Kerapu Macan | 1.050 |
| Kerapu Bakau | 1.010 |
| Kerapu Lainnya | 2.153 |
| Ikan Kakaktua | 421 |
Jaminan Kualitas dan Sertifikasi
Seluruh proses ekspor berada di bawah pengawasan ketat Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Kepulauan Riau. Hal ini dilakukan untuk memastikan produk memenuhi standar kesehatan internasional.
Kepala Karantina Kepulauan Riau, Hasim, menjelaskan bahwa verifikasi dokumen dilakukan secara digital melalui aplikasi Best Trust. Setelah administrasi dinyatakan lengkap, petugas melakukan pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh ikan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit. Sertifikat kesehatan ikan diterbitkan sebagai syarat utama agar produk kita diterima di Hong Kong,” ujar Hasim dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum peningkatan volume ekspor perikanan Natuna secara berkelanjutan. Mengingat ketatnya standar yang diterapkan Hong Kong, konsistensi dalam menjaga kualitas menjadi kunci utama agar potensi sumber daya laut Natuna dapat terus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha lokal.
Ekspor ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa produk perbatasan mampu bersaing di kancah global jika dikelola dengan standar profesional.
(press release/kang ajank nurdin]


