BerandaBeritaNasib Babi Pulau Bulan Menggantung, Ekspor Terhenti Sejak Terdeteksi ASF

Nasib Babi Pulau Bulan Menggantung, Ekspor Terhenti Sejak Terdeteksi ASF

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.ID – Kelangsungan operasional peternakan babi di Pulau Bulan, Batam, masih menggantung menyusul temuan penyakit African Swine Fever (ASF) oleh Otoritas Pangan Singapura (SFA) pada April 2023. Meskipun belum ada laporan penutupan permanen, peternakan terbesar di Kepulauan Riau (Kepri) itu kini menghentikan total kegiatan ekspor ke Singapura.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Rika Azmi, membenarkan bahwa saat ini perusahaan peternakan tersebut sedang dalam proses menghabiskan stok yang ada.

“Pulau Bulan (saat ini) memenuhi kebutuhan lokal dan regional dalam negeri saja. Belum ekspor lagi ke Singapura,” ujar Rika Azmi, Rabu (8/10/2025) kepada www.terasbatam.id.

Ia menambahkan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari perusahaan mengenai penutupan permanen.

Kronologi Temuan ASF oleh Singapura

Peternakan babi di Pulau Bulan, yang dioperasikan oleh PT Indo Tirta Suaka (ITS), menjadi perhatian setelah SFA secara resmi mengumumkan penghentian impor babi dari Pulau Bulan per tanggal 23 April 2023. Keputusan ini diambil setelah babi dari peternakan tersebut terdeteksi terjangkit ASF.

BACA JUGA:  KJRI Johor Bahru Pulangkan 131 PMI dari Malaysia

Menanggapi temuan tersebut, Balai Besar Veteriner Kementerian Pertanian Bukit Tinggi dikerahkan ke Batam untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ternak di PT ITS.

Kepala Karantina Tanjungpinang Provinsi Kepri saat itu, Aris Hadiyono (April 2023), menyatakan bahwa temuan ASF berasal dari Singapura. Selama ini, pemeriksaan reguler di Pulau Bulan belum menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.

Aris juga menegaskan bahwa ASF tidak menular kepada manusia. Namun, pasokan babi segar dari Pulau Bulan saat itu sudah relatif minim. Pasokan untuk konsumsi lokal juga sempat dipertimbangkan untuk dihentikan sementara, menunggu hasil pemeriksaan Kementan.

Meskipun aktivitas ekspor unggas hidup dari Bintan ke Singapura telah dibuka kembali oleh perusahaan lain, peluang untuk peternakan babi Pulau Bulan bergantung pada hasil investigasi SFA dan Kementan.

[kang ajank nurdin]

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...