BerandaBeritaMisteri Perompakan di Perairan Batam: Fakta atau Rekayasa?

Misteri Perompakan di Perairan Batam: Fakta atau Rekayasa?

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.id: Sebuah laporan perompokan terhadap kapal tanker MT Al-Derwazah di perairan Batam pada Rabu (23/10/2024) dini hari menimbulkan sejumlah pertanyaan. Meskipun pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan, namun sejumlah kejanggalan dalam laporan tersebut membuat kasus ini semakin misterius.

Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Pol Trisno Eko, mengungkapkan bahwa informasi awal mengenai perompokan ini berasal dari laporan Radio Vessel Traffick Service (VTS) Batam. Namun, setelah dilakukan penyelidikan di lokasi kejadian, tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat mendukung adanya perampokan.

“Dari laporan Awak kapal mengaku bahwa mereka telah dirompak oleh satu orang yang diduga naik ke kapal, namun tidak ada tanda-tanda kekerasan atau kerusakan lain yang ditemukan di kapal,” ujar Trisno.

Kejanggalan dalam kasus ini antara lain:

  • Tidak adanya bukti fisik: Tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan, kerusakan pada kapal, atau jejak pelaku di sekitar lokasi kejadian.
  • Laporan yang berbeda-beda: Terdapat perbedaan antara laporan awal dari VTS Batam dengan keterangan dari awak kapal.
  • Keengganan membuat laporan resmi: Awak kapal enggan membuat laporan resmi terkait peristiwa tersebut.
BACA JUGA:  Menhan RI Terima Audiensi Pengurus Pusat PWI

Hal-hal di atas membuat pihak kepolisian meragukan kebenaran laporan perompokan tersebut. Bahkan, Direktur Polairud Polda Kepri menduga bahwa insiden ini mungkin saja direkayasa.

“Kami masih mendalami kasus ini. Kemungkinan besar ada yang tidak beres dalam laporan ini,” tegas Trisno.

“Dari berbagai kapal nggak ada laporan sampai sekarang terkait perompakan itu,” tambahnya.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran akan semakin maraknya tindak kejahatan di perairan Indonesia. Namun, dengan adanya kasus seperti ini, masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan keamanan maritim,” ujar mantan anggota Komisi I DPRD Provinsi Kepri Yudi Kurnain kepada www.terasbatam.id.

[Kang Ajank Nurdin]

Latest articles

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

More like this

KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan Bayi WNI Kondisi Kritis

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan seorang bayi warga...

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

TERASBATAM.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya...

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...