TERASBATAM.ID – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia sebagai bagian dari mandat konstitusi.
Dalam keterangannya, beliau menyoroti peran strategis Indonesia dalam kancah internasional, khususnya terkait upaya stabilisasi di Gaza dan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.
Mandat Konstitusi dan Kemanusiaan
Menhan Sjafrie menyatakan bahwa keterlibatan aktif Indonesia dalam isu-isu global bukan sekadar diplomasi, melainkan pelaksanaan amanat Pembukaan UUD 1945.
“Menciptakan perdamaian dunia adalah bagian dari amanat pembukaan undang-undang dasar,” ujar Sjafrie di sela-sela kegiatannya bersama insan pers di Cibodas, Pusat Latihan Kompetensi Bela Negara Kemhan, Sabtu (31/01/2026).
Fokus utama saat ini adalah mengakhiri konflik yang berkepanjangan di Gaza. Indonesia, menurut Menhan, akan berpartisipasi dalam kerangka kerja internasional untuk mencapai kemerdekaan Palestina dan memastikan stabilitas kawasan tersebut kembali pulih.
Kolaborasi Pasukan Perdamaian
Sebagai langkah konkret, pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan pasukan perdamaian. Pengiriman ini direncanakan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah negara Arab.
“Kita hadir di situ sebagai bagian daripada internasional… kita akan mengirim pasukan bersama dengan beberapa negara Arab, tentunya demi untuk mencapai perdamaian di Palestina dan menstabilkan Gaza,” tegas Sjafrie.
Peran Generasi Muda dan Kedaulatan Nasional
Selain isu perdamaian dunia, Menhan juga menyinggung pentingnya regenerasi kepemimpinan nasional untuk menjaga kedaulatan, termasuk di sektor ekonomi. Beliau menekankan perlunya mencari generasi muda yang memiliki kriteria khusus: militan, intelektual, kapabel, dan kredibel.
Generasi ini diharapkan mampu mengendalikan “perahu perjuangan kedaulatan ekonomi” Indonesia di masa depan. Sjafrie juga mengingatkan bahwa di tengah “perang opini” saat ini, kejujuran dan niat baik dalam bekerja untuk negara harus tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh aparatur negara dan insan pers.
Tantangan bagi Insan Pers
Menhan juga memberikan apresiasi sekaligus tantangan bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk terus beradaptasi dengan era digitalisasi tanpa meninggalkan semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan.
Beliau berharap pers dapat menjadi penyeimbang dalam perang opini dengan memberikan informasi yang benar mengenai kinerja pemerintah yang dilakukan secara ikhlas demi kepentingan bangsa.


