TERASBATAM.ID – Kawasan Nagoya, yang selama ini dikenal sebagai denyut nadi perdagangan di Kota Batam, bersiap menyambut kehadiran ikon arsitektur baru. Yayasan Arafah Batam mengumumkan rencana ambisius untuk membangun gedung tertinggi di kawasan tersebut sebagai bagian dari integrasi fasilitas Masjid Jabal Arafah menuju visi “Kota Madani”.
Rencana besar ini disampaikan oleh Ketua Pembina Yayasan Arafah Batam, Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si., dalam sambutannya menjelang pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). Gedung yang sedang dalam tahap finalisasi lahan ini diproyeksikan akan melampaui ketinggian bangunan-bangunan di sekitarnya.
“Doakan kami sedang memfinalisasi lahan di sisi kanan masjid. Insya Allah akan dibangun sebuah gedung yang tekadnya adalah menjadi gedung tertinggi di Nagoya,” ujar Asman di hadapan sekitar 2.500 jemaah yang memadati masjid hingga lantai tiga.
Representasi Kota Madani
Pembangunan gedung ini bukan sekadar mengejar rekor ketinggian fisik. Menurut Asman, proyek ini merupakan pengejawantahan dari visi pembangunan Kota Batam sebagai Kota Madani, sebuah konsep yang ia rintis bersama almarhum Nyat Kadir saat menjabat di pemerintahan kota Batam. Ketika itu periode 2001 – 2005, Nyat kadir menjabat Walikota Batam dan Asman Abnur sebagai Wakil Walikota Batam.
Sebagai simbol religiusitas yang modern, puncak gedung tersebut akan dilengkapi dengan kubah (dome) yang melambangkan identitas keislaman dan kemadanan.
“Di atas gedung itu akan kita bangun dome yang melambangkan Madani tersebut. Insya Allah, Masjid Jabal Arafah akan menjadi representasi dan destinasi khusus bagi masyarakat umat Islam,” tambah mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut.
Sambil menyiapkan proyek menara tersebut, pihak yayasan juga terus mematangkan fasilitas di bangunan utama Masjid Jabal Arafah. Pada akhir tahun ini, ditargetkan lantai empat masjid sudah dapat difungsikan sebagai ruang kelas belajar agama.
Untuk mempermudah akses jemaah, sebuah lift akan segera dipasang menghubungkan lantai dasar hingga lantai empat. “Kami akan melaksanakan beberapa kelas agama nanti di lantai empat, yang akan disambungkan oleh sebuah lift naik ke atas,” jelas Asman sembari membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas dakwah ini.
Dukungan Lintas Negara
Kredibilitas Masjid Jabal Arafah sebagai pusat syiar di perbatasan rupanya telah menarik simpati internasional. Asman mengungkapkan bahwa pengembangan fasilitas interior, termasuk karpet di lantai dua dan tiga, merupakan sumbangan dari donatur mancanegara, termasuk dari Uzbekistan dan Singapura.
Langkah ekspansi ini diharapkan semakin memperkokoh posisi Masjid Jabal Arafah tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan yang mampu menggerakkan ekonomi umat di kawasan strategis Nagoya. “Mohon dukungannya, mohon doanya, agar apa yang kami cita-citakan ini menjadi kenyataan,” pungkasnya. (F)


