TERASBATAM.ID – Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menegaskan, pemerintah kota serius menangani persoalan banjir yang kerap melanda daerah tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan masalah ini tidak dapat diselesaikan secara instan karena telah menumpuk selama puluhan tahun.
“Kami bukan Power Rangers yang bisa langsung membereskan dengan sekali balik tangan. Batam sudah puluhan tahun dibangun, banyak masalah drainase yang menumpuk,” ujar Li Claudia Chandra dalam pertemuan dengan awak media di Gedung Pemko Batam, Rabu (03/09/2025).
Li menjelaskan, program penanganan banjir merupakan salah satu prioritas sejak awal masa kepemimpinan bersama Wali Kota Amsakar Achmad. Dari hasil pemetaan awal, ditemukan 103 titik banjir yang kemudian membengkak menjadi lebih dari 200 titik setelah ditelusuri di sembilan kecamatan.
Ia menyebut, masalah banjir di Batam bersifat kompleks karena topografi kota yang menyerupai “mangkok” dan diperparah oleh pasang air laut. “Solusinya harus komprehensif. Kami bekerja sama dengan BP Batam, dinas terkait, dan para camat untuk mengurai titik-titik banjir itu,” jelasnya.
Li mengakui, penanganan banjir membutuhkan waktu dan anggaran yang terbatas karena harus menyesuaikan siklus APBD. Namun, ia optimistis kondisi Batam akan jauh lebih baik dalam dua tahun ke depan.
Ia juga menekankan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke sungai juga jadi masalah. Kami temukan kasur sampai kursi di saluran air. Jadi masyarakat juga harus ikut menjaga,” tegasnya.
[kang ajank nurdin]


