Manusia Indonesia: Sebuah Refleksi Diri yang Tajam dan Menggugah

TERASBATAM.ID: Buku “Manusia Indonesia” karya Mochtar Lubis merupakan esai kritis yang dipublikasikan pada tahun 1977. Buku ini berisikan refleksi mendalam tentang karakter dan watak manusia Indonesia, di mana Mochtar Lubis secara berani mengkritik berbagai sifat negatif yang ia amati dalam masyarakat.

Kritik Tajam terhadap Sifat Negatif

Mochtar Lubis mengemukakan enam ciri utama manusia Indonesia:

  1. Tidak Mau Bertanggung Jawab: Sikap ini termanifestasi dalam kebiasaan menyalahkan pihak lain atas kegagalan dan menghindari konsekuensi dari tindakan.
  2. Munafik: Perilaku ini terlihat dari kesenjangan antara kata dan perbuatan, serta kecenderungan untuk berpura-pura demi mendapatkan keuntungan.
  3. Feodal: Sikap ini ditunjukkan dengan rasa hormat berlebihan kepada atasan dan penindasan terhadap bawahan.
  4. Lemah Karakter: Manusia Indonesia mudah menyerah dan kurang memiliki tekad kuat untuk mencapai tujuan.
  5. Suka Takhayul: Kepercayaan pada hal-hal mistis dan irasional masih melekat erat dalam masyarakat.
  6. Cinta Seni: Kecintaan terhadap seni dan budaya merupakan salah satu sisi positif manusia Indonesia.

Menyulut Kontroversi dan Refleksi Diri

Ketajaman kritik Mochtar Lubis dalam buku ini telah menuai berbagai kontroversi. Banyak yang merasa tersinggung dan menudingnya sebagai pesimis yang tidak percaya dengan potensi bangsa. Namun, di sisi lain, banyak pula yang mengapresiasi keberaniannya dalam mengangkat isu-isu krusial dan mendorong masyarakat untuk melakukan refleksi diri.

Relevansi di Masa Kini

Meskipun ditulis lebih dari 40 tahun lalu, buku “Manusia Indonesia” masih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Sifat-sifat negatif yang dikritik Mochtar Lubis masih dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa kritiknya masih menjadi bahan renungan yang penting bagi bangsa Indonesia.

Kekurangan dan Kelebihan

Kekurangan:

  • Kritik Mochtar Lubis dianggap terlalu generalisasi dan tidak mencerminkan seluruh masyarakat Indonesia.
  • Gaya bahasanya terkesan lugas dan blak-blakan, sehingga dapat membuat pembaca merasa tidak nyaman.

Kelebihan:

  • Memberikan kritik yang tajam dan konstruktif terhadap sifat-sifat negatif manusia Indonesia.
  • Mendorong pembaca untuk melakukan refleksi diri dan introspeksi.
  • Menjadi bahan renungan yang penting untuk membangun karakter bangsa yang lebih baik.

Kesimpulan

Buku “Manusia Indonesia” karya Mochtar Lubis merupakan bacaan penting bagi siapapun yang ingin memahami karakter dan watak bangsa Indonesia. Kritiknya yang tajam dan konstruktif dapat menjadi bahan renungan dan pendorong untuk membangun karakter bangsa yang lebih baik.

Rekomendasi: Buku ini direkomendasikan bagi pembaca dewasa yang tertarik dengan isu-isu sosial dan budaya Indonesia.