BerandaBeritaKrisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

Krisis SDM, Sejumlah Kantor KUA di Kepulauan Riau Kosong

Diterbitkan pada

spot_img

TERASBATAM.IDKantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan krisis sumber daya manusia (SDM) yang mengakibatkan kekosongan jabatan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di sejumlah wilayah kepulauan. Kondisi geografis yang ekstrem dan jarak tempuh antarwilayah menjadi kendala utama dalam distribusi aparatur pelayanan keagamaan.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri Zoztafia mengungkapkan, kekosongan pejabat definitif ini paling banyak terjadi di wilayah terluar, seperti Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas, Lingga, dan Karimun. Hingga saat ini, jabatan-jabatan tersebut terpaksa hanya diisi oleh pelaksana tugas (Plt) karena ketiadaan personel yang memenuhi kualifikasi untuk diangkat.

“Bukan sekadar kekurangan, tetapi memang tidak ada orangnya. SDM-nya belum tersedia untuk diangkat sebagai Kepala KUA definitif,” ujar Zoztafia di hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI saat kunjungan kerja di Kantor Pemerintah Kota Batam, Jumat (20/2/2026).

Zoztafia memerinci, saat ini terdapat empat KUA kosong di Natuna, dua di Anambas, dua di Lingga, dan satu di Karimun. Karakteristik Kepri yang didominasi lautan membuat mobilitas pegawai menjadi sulit. Sebagai gambaran, perjalanan menuju Natuna dari ibu kota provinsi membutuhkan waktu sekitar 23 jam menggunakan kapal laut.

BACA JUGA:  PWI Kepri Gelar Raker: Soroti Ekonomi Batam dan Kriminalisasi Wartawan

Faktor jarak dan kondisi keluarga kerap membuat pegawai tidak bersedia dipindahtugaskan ke wilayah terpencil. Oleh karena itu, Kemenag Kepri mengusulkan adanya kebijakan dan perlakuan khusus, termasuk dukungan bagi guru honorer di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina tersebut.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengakui bahwa distribusi pelayanan di Kepri memang terkendala oleh konsentrasi penduduk yang menumpuk di Batam, sementara daerah lain sangat terpencil. Ia menilai pemindahan pegawai dari kota besar ke daerah pelosok sering kali gagal karena personel yang bersangkutan biasanya tidak bertahan lama.

Sebagai solusi jangka panjang, Marwan mendorong peningkatan kapasitas melalui jalur pendidikan bagi putra-putri daerah.

  • Penyediaan SDM Lokal: Mencari dan menyiapkan putra daerah dari Lingga atau Anambas agar memenuhi kualifikasi aparatur.

  • Subsidi Pendidikan: Mendorong skema pemberian beasiswa atau subsidi agar mereka bisa menempuh pendidikan sarjana sebagai syarat pengangkatan.

  • Pembahasan Pusat: Membawa persoalan krisis SDM dan anggaran ini ke dalam rapat kerja lanjutan bersama mitra kementerian terkait di tingkat pusat.

BACA JUGA:  Mantan Anggota DPRD Batam Ucok Tambusai Tutup Usia

“Mungkin satu hingga tiga tahun ke depan bisa kita siapkan SDM-nya. Kalau perlu disarjanakan dulu agar bisa diangkat. Itu yang akan kami dorong,” ucap Marwan.

[kang ajank nurdin]

Latest articles

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...

Konjen Singapura Puji Perubahan Pola Pelayanan BP Batam

TERASBATAM.ID — Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura untuk Batam, Gavin Ang, memberikan apresiasi terhadap pesatnya...

More like this

Pemko Batam Sebut Sampah Jadi Penyebab Banjir di Batam

TERASBATAM.ID — Pemerintah Kota Batam mengakui bahwa banjir masih menggenangi sejumlah titik lama di...

Ramadhan Teduh, Tanpa “Sweeping” Rumah Makan

TERASBATAM.ID — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan dukungannya terhadap imbauan Kementerian...

KPPU Ungkap Dugaan Pelanggaran Distribusi AC AUX

TERASBATAM.ID — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat...