TERASBATAM.ID – Aksi kekerasan dan kejahatan yang dilakukan kelompok geng motor atau yang dikenal masyarakat sebagai “Gengster” di Kota Jambi semakin meresahkan. Jika dahulu aksi mereka sebatas saling serang, kini kelompok tersebut berani melakukan penjarahan ke toko-toko kelontong 24 jam dengan menggunakan senjata tajam, seperti celurit.
Peningkatan kriminalitas ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama mereka yang harus beraktivitas di malam hari.
Kelompok yang dijuluki “Masa Depan Suram” (Madesu) ini telah menimbulkan banyak korban. Aksi pengeroyokan dan saling serang yang mereka lakukan sering kali mengancam nyawa. Salah satu korban baru-baru ini dilaporkan harus diamputasi kakinya akibat kekerasan yang dilakukan gengster.
Warga Jambi kini merasa tidak aman untuk keluar malam. Rasa takut semakin menjadi setelah dilaporkan terjadi penjarahan di dua toko kelontong 24 jam di kawasan Marene Pall Merah.
Para gengster tersebut semakin beringas dan tidak segan-segan melukai penjaga toko bila melawan, memaksa penjaga toko memilih kabur demi keselamatan.
Lia, salah satu pedagang toko 24 jam di Jambi Timur, menyatakan kekhawatirannya dan berharap Polresta Jambi serta Polda Jambi segera memberantas kelompok gengster yang sudah merambah ke ranah penjarahan toko.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polresta Jambi, Ipda Deddy, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan terkait kejadian penjarahan tersebut.
“Korban sudah membuat laporan polisi. Tindakan selanjutnya, Satreskrim melakukan penyelidikan terkait laporan korban,” ujar Ipda Deddy.
Meningkatnya aksi gengster ini berdampak langsung pada perekonomian warga. Masyarakat enggan keluar malam, membuat toko dan pedagang mengalami penurunan omzet. Kondisi keamanan yang tidak stabil dan maraknya kejahatan merusak iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi.
[Dalil Harahap]


