Isu siber kini menjadi ancaman pertahanan dan kedaulatan negara. Rapat koordinasi di Jakarta membahas pembentukan forum komunikasi informal dan periodik untuk pertukaran informasi antar kementerian dan lembaga.
TERASBATAM.ID — Isu keamanan siber telah meluas melampaui ranah kriminalitas biasa dan kini berkembang menjadi tantangan serius bagi pertahanan dan kedaulatan negara. Untuk menghadapi ancaman kompleks ini, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mendorong komitmen bersama dalam membangun kolaborasi lintas sektoral.
Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan, Mayjen TNI Agus Widodo, menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi, di kantor BSSN, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat Eselon I dan II dari berbagai kementerian dan lembaga.
Kepala BSSN menekankan perlunya membangun forum komunikasi informal dan periodik sebagai wadah bagi seluruh kementerian dan lembaga untuk berkolaborasi menangani ancaman siber.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Strahan Kemhan, Mayjen TNI Agus Widodo, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya komitmen untuk menjaga konsistensi forum yang diinisiasi BSSN ini.
Kemhan berharap forum ini dapat berjalan secara dinamis dan informal untuk mendorong interaksi yang aktif, khususnya dalam pertukaran informasi terkait keamanan siber.
Rapat ini turut dihadiri perwakilan dari Kemhan dan DPN, Kemenkopolkam, Kemenkomdigi, Kemenlu, Kemenkeu, Mabes TNI, Baintelkam Polri, BIN, dan OJK. Upaya ini mencerminkan kesadaran nasional bahwa penanganan siber membutuhkan kerja sama erat dan terpadu lintas sektor untuk melindungi stabilitas dan kedaulatan nasional.


